Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > 500an Guru Sejarah Dari 34 Provinsi; Siap DiGembleng BPIP

500an Guru Sejarah Dari 34 Provinsi; Siap DiGembleng BPIP

Berita Utama
Oleh : ARUL Muchsen

BAGIKAN :
500an Guru Sejarah Dari 34 Provinsi; Siap DiGembleng BPIP

PERSAMUHAN PENDIDIK PANCASILA Siap Di Gelar Kota Surabaya

500 Guru Ikuti Persamuhan Pendidik Pancasila Gandeng AGSI Gelar Persamuhan Pendidik Pancasila

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima langsung rredaksi.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerjasama dengan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) menggelar kegiatan Persamuhan Pendidik Pancasila, mulai Jumat (29/22) hingga -Senin (2/12) mendatang di Hotel Shangri La, Surabaya.

Kegiatan tersebut akan diikuti tidak kurang dari 500 guru dari 34 Provinsi di Indonesia, yang kebanyakan merupakan guru sejarah SMA sederajat. Selama empat hari, mereka akan mendapatkan materi terkait Pancasila dari beberapa narasumber.

Diantaranya Plt Kepala BPIP Prof Hariyono, Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma, Mendikbud, Kepala Bappenas, sejarahwan JJ Rizal, budayawan Sujiwo Tejo dan yang lainnya.

Direktur Pembudayaan BPIP Irene Camelyn Sinaga mengungkapkan, kegiatan ini merupakan upaya BPIP agar Pancasila membudaya kembali utamanya pada peserta didik atau siswa di sekolah.

"Karenanya yang kita undang para guru dari 34 Provinsi, harapannya mereka bisa menjadi agen untuk mengimbaskan ideologisasi Pancasila kepada seluruh rekan guru di daerah dan juga kepada para siswa nantinya" jelas Irene.

Sementara itu Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma mengatakan bahwa kegiatan Persamuhan Pendidik Pancasila ini memang berbasis sejarah, karena menurutnya pendekatan sejarah paling tepat untuk membudayakan Pancasila. "Tanpa diajarkan mengenai sejarah Pancasila kepada siswa, maka Pancasila seakan-akan muncul di ruang kosong begitu saja di area keindonesiaan. Padahal perjalanan menjadi Pancasila sangat panjang, dan itu harus diketahui oleh siswa runutan sejarahnya. Kita ingin membudayakan Pancasila secara utuh mulai dari past, present dan feature. Bagaimana sejarah Pancasila berawal, menghadapi era saat ini sekaligus mengujinya di era masa datang. Semua itu harus utuh" jelas Sumardiansyah. Ia juga menambahkan pada hakikatnya Pancasila berakar dan lahir dari sejarah, maka menggunakan pendekatan sejarah dalam mengkontekstualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila yang terkandung melalui peristiwa masa lalu dan keteladanan para pendiri bangsa adalah sebuah keniscayaan bagi seorang Pendidik Pancasila.

#persamuhanpendidikpancasila #ceritapancasila
#pancasiladariruangkelas
#bpip
#asosiasigurusejarahindonesia
#gurusejarah


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER