2.100 Pedagang Pasar Tradisional Yogyakarta; Meriahkan Kirab

2.100 Pedagang Pasar Tradisional Yogyakarta; Meriahkan Kirab

Yogyakarta, Kabarindo- Sekitar 2.100 pedagang pasar tradisional di Kota Yogyakarta akan memeriahkan kirab pedagang pasar pada Minggu, 4 Oktober, untuk memperingati hari ulang tahun ke-259 Kota Yogyakarta.

"Akan ada 45 paguyuban pedagang dari seluruh pasar tradisional yang akan mengikuti kirab. Selain pedagang, kirab akan diikuti jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta serta bregada prajurit keraton. Total peserta mencapai 2.100 orang," kata Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Rudy Firdaus di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, di dalam kirab tersebut setiap pasar diminta menampilkan ciri khasnya masing-masing sehingga masyarakat bisa makin memahami keberadaan pasar tradisional dan komoditas-komoditas unggulan yang dijual di pasar tersebut.

Misalnya Pasar Karangkajen menampilkan ikon pasar yaitu ketela karena pasar tersebut merupakan pasar tradisional yang khusus memperjualbelikan berbagai umbi, Pasar Sentul dengan jagung, Pasar Terban dengan ayam sebagai ikon komoditas serta Pasar Beringharjo dengan batik.

Kirab akan diawali dari Pasar Beringharjo sekitar pukul 14.00 WIB menuju Pasar Ngasem dengan melewati rute Jalan Pabringan, Jalan Margo Mulyo, Titik Nol Kilometer, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Nyi Ahmad Dahlan dan Jalan Ngasem. Total jarak kirab yang ditempuh peserta adalah 1,6 kilometer.

"Peserta kirab dari pedagang pasar berjalan kaki sedangkan unsur dari pemerintah seperti Wali Kota Yogyakarta dan Wakil Wali Kota Yogyakarta akan menggunakan andong," katanya.

Ia berharap, kirab tersebut bisa terus meningkatkan rasa persaudaraan di antara pedagang pasar tradisional dan juga dengan pemerintah sehingga semua pihak bisa saling bahu-membahu menjaga eksistensi pasar.

Selain kirab, di Pasar Ngasem juga akan digelar Festival Pasar Rakyat Nusantara yang diselenggarakan atas dukungan Yayasan Donamon Peduli.

"Akan ada banyak kegiatan di festival untuk mempromosikan pasar tradisional seperti lomba lukis dan lomba masak," kata Ketua Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi.

Selain lomba-lomba, juga akan disiapkan anjungan khusus untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari nasabah serta pojok literasi keuangan seperti dilansir dari laman antaranews.