1000 Lilin Untuk Iqbal; Siap Di Gelar Di Bunderan HI Jakarta

1000 Lilin Untuk Iqbal; Siap Di Gelar Di Bunderan HI Jakarta

Sarinah, Jakarta, Kabarindo- Iqbal siap jadi simbol atau ikon perlawanan bagi para pelaku kekerasan pada anak.

Hal itu diucapkan lugas oleh Sekjen KPAI Erlinda (keluarga dan pengasuhan alternatif) memastikan Iqbal sebagai ikon anti kekerasan pada anak beberapa menit yang lalu seperti talk show yang baru saja di gelar di KompasTV.

Redaksi pun mendapat kabar dukungan diperoleh dari Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto saat menerima Erlinda mewakili KPAI. "Beliau siap merevisi hukuman maksimal bagi pelaku kekerasan pada anak dari 5 tahun menjadi 15 tahun sampai seumur hidup," jelasnya lugas.

Sementara itu, besok siap di gelar 1000 Lilin untuk Iqbal sebagai aksi solidaritas bagi kesembuhannya dari sejumlah LSM anak, para keluarga atau simpatisan bersama dengan KPAI dan Gerakan Sayang Anak serta KemenPP dan PA yang berlokasi di Bunderan HI, Jakarta.

Anda perlu tahu bahwa update atas kondisi Iqbal Saputra, bocah berusia 3,5 tahun yang merupakan korban penculikan dan penganiayaan yang dilakukan DS (29), terus memburuk, dari dua hari yang lalu.

Iqbal ditemukan dalam kondisi lemas oleh saksi, Juliana, di halte bus Mangga Dua, Kamis (13/3/2014) seperti dilansir dari laman Kompas. Saat itu, Iqbal bersama ayah angkatnya, DS. Oleh Juliana, Iqbal dibawa ke Puskesmas Pademangan. DS pun ikut ke puskesmas.

Karena Iqbal dalam kondisi kejang dan luka yang sangat parah, pihak puskesmas merujuknya ke RSUD Koja. Iqbal pun dirawat di kamar 506 RSUD Koja. Gips membebat tangan kirinya. Alat kelaminnya membengkak lantaran sempat bocor. Jejak luka bakar masih terlihat di sekujur kulit badan bocah ini. Pada puting susunya juga terlihat bekas luka bakar.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait saat mengunjungi Iqbal mengatakan, kejahatan pada bocah ini sangat biadab. ”Diawali dengan penculikan, lalu berlanjut dengan eksploitasi anak dengan menyuruhnya mengamen disertai penyiksan,” ujar Arist.

Penyiksaan juga dilakukan DS jika Iqbal tidak bisa menyetor uang Rp 40.000 dari hasil mengamen. Jika Iqbal mengamen, DS mengikuti dari belakang untuk mengawasinya.

Erlinda menjelaskan, suhu tubuh Iqbal telah mencapai 39 derajat celsius dan dalam keadaan tidak sadarkan diri. "Kami akan dalami penyebab kondisi korban yang menurun apakah pelayanan di sini (RSUD Koja) bagus atau tidak," ujar Erlinda di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, Senin (17/3/2014).

Namun, pihaknya tidak mau menghakimi pelayanan RSUD Koja. Ia hanya ingin memberikan perawatan yang terbaik bagi Iqbal. "Di sini bukannya berarti tidak bagus. Tapi, kami ingin korban dirawat lebih bagus lagi," ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya sedang mencari rumah sakit lain yang bisa merawat Iqbal. "Ada dua yang bisa bersedia, Rumah Sakit Omni Internasional dan Mitra Keluarga di Kemayoran," katanya. Sementara untuk biaya perawatan, semuanya ditanggung oleh Dinas Sosial DKI Jakarta. Pihaknya pun akan terus mengawal kasus penganiayaan Iqbal sampai selesai.


Ayo Doakan Kesembuhan Iqbal dan Sayangi Anak Kita........!