Presiden Jokowi; Resmikan Peluncuran Sinergi Aksi Untuk Ekonomi Rakyat Di Brebes

 Presiden Jokowi; Resmikan Peluncuran Sinergi Aksi Untuk Ekonomi Rakyat Di Brebes

Larangan, Brebes, Jateng, Kabarindo- Indonesia punya Program Sinergi Aksi Untuk Ekonomi Rakyat.

Siang tadi diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo atas kerjasama beberapa Kementerian/Lembaga, OJK, BI, Pemkab Brebes dan BUMN.

Kota Brebes jadi pilot project karena jadi sentra produksi bawang yang selama ini jadi komoditi pokok nasional.

Dijelaskan dalam rilis yang diterima bahwa permasalahan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan akan diselesaikan dengan pendekatan multidimensi.

Menarik, Kominfo beri andil berupa fasilitasi aplikasi yang mendukung ekonomi kerakyatan seperti:
~ Aplikasi Petani
-  TaniHub
-  Ekosistem Pos Nurbaya
-  Aplikasi Pantau Harga
-  Aplikasi Lima Kilo
Aplikasi-aplikasi tersebut ikut sebagai peserta Pameran bersama Bank Pelaksana KUR seperti BRI, BNI dan Bank Mandiri bersama dengan petani dan ratusan pedagang mereka.

Anda perlu tahu program KUR Kredit Usaha Rakyat jadi program pemberdayaan usaha mikro, kecil, menengah dan Koperasi (UMKMK) melalui pemberian kredit/pembiayaan sebagai sarana peningkatan akses permodalan. KUR telah berjalan sejak Nov 2007 dengan total penyaluran sampai dengan 31 Des 2014 sebesar Rp. 178,84 T dengan tingkat NPL sebesar 3,3%.

Acara juga dihadiri oleh sejumlah menteri, gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mempopulerkan Kota Brebes dengan potensinya bawang merah dan telor asin.

"Ini adalah kerja gotong royong dan memang harus dilakukan secara bersama-sama tidak lagi sendiri-sendiri dan Brebes jadi kota percontohan untuk kota-kota lainnya dan setelah ini saya akan cek dengan sendiri maupun dengan intelejen," pungkas Presiden RI Jokowi sesaat setelah memberikan sertifikat tanah, tabungan untuk anak-anak serta paket KUR baru untuk petani bawang Brebes.

Lanjut ia sampaikan dengan semangat bahwa jangan ada pembiaran untuk itu harus dilaksanakan cepat, mulai dari sertifikat sampai dapat agunan ke bank.

"Pihak perbankan juga bisa bantu pemerintah karena ini juga unntuk kepentingang dunia perbankan sehingga ada tiga fokus saya untuk sinergi ini yakni sertifikat, modal dan bibit agar perekonomian petani atau nelayan membaik," ucapnya semangat.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam kunjungan ke Brebes, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Presiden dan rombongan direncanakan kembali ke Jakarta pada sore hari.

Sertifikasi Hak Atas Tanah (SHAT)
Hal paling mendasar dalam memberikan kesempatan bekerja/berusaha yang layak bagi petani, peternak, dan nelayan adalah memiliki aset berupa tanah.

Karena itu sertifikasi hak atas tanah (SHAT) menjadi siklus pertama.

SHAT dimaksudkan untuk pertama, memberikan kekuatan hukum atas kepemilikan hak atas tanah. Kedua, memfasilitasi penyediaan aset yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh modal usaha.  Ketiga,  meningkatkan kepastian keberlangsungan usaha penerimaan manfaat. 

Sementara tujuan SHAT adalah, pertama, memberikan kepastian/status hukum atas kekayaan (aset) milik masyarakat para peserta program. Kedua, memberikan jaminan para peserta program untuk meningkatkan kualitas lingkungan sosial dan ekonomi yang layak, permanen, dan sehat. Ketiga, meningkatkan kepastian usaha peserta program melalui  kepemilikan aset berupa tanah yang dapat digunakan sebagai agunan untuk mengakses sumber-sumber permodalan.