Menteri Pariwisata Baru; Diharapkan Mampu Mendorong Industri Pariwisata Kalimantan Tengah

 Menteri Pariwisata Baru; Diharapkan Mampu Mendorong Industri Pariwisata Kalimantan Tengah

Palangkaraya, Kabarindo- Runner Up Putra Pariwisata Kalimantan Tengah 2014, Ananta Nurudi Sawung mengharapkan Menteri Pariwisata Kabinet Kerja, Arief Yahya, bisa mendorong pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Tengah secara signifikan.

Mantan CEO PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. tersebut diharapkan bisa mengolah berbagai potensi pariwisata yang ada di Kalimantan Tengah, serta menjadikan Kalimantan Tengah (Kalteng) primadona dalam industri pariwisata di tanah air.

Ananta berpendapat, ada banyak sekali objek wisata di Kalteng yg dikenal dengan keindahan dan keunikannya, baik dari segi panorama alam maupun historis namun belum dikelola dengan optimal. Beberapa objek wisata unggulan seperti Taman Nasional Tanjung Puting (tempat konservasi org hutan yg pertama di indonesia dan telah di tetapkan oleh UNESCO sebagai cagar alam biosfer dunia) dan Sungai Kahayan dan Barito yang kini dikenal masyarakat dengan kegiatan wisata susur sungai dianggap membutuhkan pengembangan dan perhatian lebih. 

Area hutan yang mencapai 80% dari luas wilayah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata di wilayah ini karena terdapat banyak potensi fauna dan flora khas yang dimiliki tiap daerah di Kalteng. “Saya yakin, kekayaan yang dimiliki oleh Hutan dan Sungai di Kalteng tidak kalah dibandingkan dengan Amazon. Tapi perlu peran serta semua pihak untuk tidak hanya mempromosikan kekayaan alam kalteng, namun juga komitmen untuk menjaga kekayaan tersebut agar bisa bertahan dalam waktu yang lama. Saya kira, aspek sustainability menjadi penting yang perlu diperhatikan oleh Menteri Pariwisata Kabinet Kerja, Arief Yahya, dalam upaya pengembangan industri pariwisata di Kalimantan Tengah.”

“Kalteng memiliki potensi budaya yang sangat besar, keberagaman suku dan keindahan alam menjadi hal penting yang bisa dipasarkan sebagai paket pariwisata. Setiap tahun, Kalteng menyelenggarakan Festival Budaya Isen Mulang untuk memamerkan kekayaan budaya tersebut. Tentu, butuh kerja keras dan komitmen dari segenap pihak untuk memasarkan potensi budaya Kalteng secara professional agar bisa setara dengan Jember Fashion Carnival, Festival Teluk Jailolo maupun Festival Pesta Danau Toba. Namun, kami optimis industri pariwisata Kalteng bisa bersaing,” tutur Ananta.

Sementara itu, Putri Pariwisata Kalimantan Tengah 2013, Fia Delfia Adventy yang akan berangkat ke Pemilihan Duta Wisata Indonesia (PDWI) 2014 di Pekanbaru mendampingi Ananta menuturkan pentingnya peran serta para pemuda dalam upaya pengembangan pariwisata di wilayah Kalteng. Fia berpendapat salah satu cara meningkatkan pariwisata adalah dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di sekitar objek wisata, dalam hal ini pemuda bisa turun berperan untuk memberikan beragam pelatihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat.

 “Para turis umumnya berkunjung tidak sekedar untuk melihat sebuah objek wisata, mereka juga ingin menikmati culture yang dimiliki oleh penduduk sekitar. Tidak sedikit wisatawan yang datang hanya untuk menikmati kearifan lokal sebuah komunitas masyarakat, seperti yang bisa kita lihat di Masyarakat Baduy, Tanah Toraja, Bali, dan Danau Toba. Saya rasa ini saatnya pemuda bisa memberikan pelatihan Bahasa Inggris, atau pelatihan lain untuk meningkatkan nilai produk buatan masyarakat dayak seperti misalnya pelatihan mengemas atau memasarkan produk. Mungkin Menteri Pariwisata, Arief Yahya, bisa mulai menjadikan pelatihan bahasa, pengemasan, dan pemasaran sebagai salah satu fokus untuk mengembangkan industri pariwisata kita,” tutur Fia.

Menurut Fia, pengembangan industri pariwisata Indonesia tidak akan bisa dilakukan tanpa peran serta segenap stakeholders. Kehadiran pejabat yang baru di lingkungan Kementerian Pariwisata yang memiliki latar belakang professional merupakan sebuah harapan bagi industri pariwisata. “Ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendukung pemerintah dalam menjalankan tugasnya. Pemuda, Pemerintah, dan pihak swasta harus bahu membahu dalam mengembangkan industri pariwisata, khsususnya di Kalteng. Saya rasa, pemerintah harus semakin fokus kepada pengembangan infrastruktur dan promosi pariwisata, sementara itu masyarakat dan pihak swasta harus kian meramaikan industri baik dari sisi investasi maupun pengembangan kapasitas. Rekam jejak Pak Arief di PT Telkom dan penghargaan Marketer of The Year yang pernah diraihnya, menumbuhkan sebuah harapan bagi industri pariwisata Indonesia.”