Kemenpar Gandeng PT. PELNI; Siap Sukseskan Destinasi Wisata Bahari 2015

 Kemenpar Gandeng PT. PELNI; Siap Sukseskan Destinasi Wisata Bahari 2015

Pelabuhan Priok, Jakarta, Kabarindo- Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama PT.Pelayaran Nasioanal Indonesia (Persero).

Dalam rangka pengembangan kepariwisataan nasional, pada pagi tadi pukul 09.00 WIB melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU), yang dilakukan bersama antara Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara dan Direktur Utama PT.Pelni, Elfien Goentoro.

Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan wisata bahari yang merupakan salah satu produk unggulan pariwisata Indonesia yang memiliki daya saing global dan mendukung percepatan pengembangan wisata nasional.

"Pengembangan Wisata Bahari di Indonesia didasarkan pada potensi laut Indonesia. Wisata bahari memiliki porsi 35% dari jenis wisata yang akan dikembangkan pada 2015 sampai 2019. Fokus pengembangan wisata bahari yakni pada destinasi pantai, selam, dan selancar (surfing), yacht, cruise, serta kegiatan terkait laut dan masyarakat pesisir," tutur Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kapal Motor Kelud, di Dermaga Pelabuhan Penumpang Tannjung Priok,  Jakarta Utara.

Dalam nota Kesepahaman Kerja sama, ada beberapa hal yang terangkum seperti mengenai, penyediaan kapal, fasilitas dan alat angkut lainnya dan hal-hal lain yang berkaitan dengan promosi produk, destinasi pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia, penyediaan data dan informasi serta promosi branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia.

Dengan MoU ini, Kementerian Pariwisata sendiri menargetkan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara dapat meningkat dalam lima tahun terakhir, yakni target pada tahun 2014, 1 juta orang dapat naik menjadi 1,3 juta orang di 2015 dan 1,8 juta orang pada 2016, kemudian 2,3 juta orang di tahun 2017, dan 3 juta orang pada 2018, serta diharapkan akan mencapai 4 juta orang di tahun 2019. Wisata bahari juga ditargetkan mampu menyumbangkan devisa negara hingga 4 miliar dolar AS pada 2019.

Direktur PT.Pelni, Elfien Guntoro, menjelaskan bahwa sebagai realisasi kongkrit dari MoU ini, PT.Pelni telah meluncurkan produk unggulan, '7 Destinasi Wisata Bahari PT.Pelni 2015' yang mengajak wisatawan menikmati obyek wisata bahari unggulan di Indonesia. Untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata bahari dibutuhkan 3 unsur atau dinamakan 3A yaitu, atraksi, akomodasil dan aksesibilitas. Dan produk Pelni saat ini telah mendukung dua unsur tersebut yakni aksesibilitas dan akomodasi, dengan menyediakan hotel terapung (floating hotel).

Produk tersebut meliputi perjalanan wisata untuk menikmati spot-spot diving dan snorkeling terbaik di Indonesia, pulau-pulau eksotik yang sulit dijangkau, pemandangan alam yang menakjubkan, serta menginap di floating hotel kapal Pelni yang terbagi dalam 7 trip (perjalanan), diantaranya : Labuan Bajo, Takabonarate, Wakatobi, , Bunaken, dan Karimun.

Disamping itu, kesiapan-kesiapan untuk pengembangan wisata bahari ini, pihak masing-masing Pemda  setempat melalui dukungan Kementerian Pariwisata telah membuat banyak kegiatan atraksi berupa festival dan kesenian budaya setempat, seperti daerah Pemda Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang setiap tahun menyelenggarakan festival dan lomba foto bawah laut tingkat internasional, "upaya yang menarik ini merupakan dukungan kongkrit dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, baik wisatwan mancanegara maupun wisatawan nusantara, sehingga Kepulauan Wakatobi dapat dikenal dan terkenal sampai mancanegara, yakni dengan keindahan taman lautnya, ucap Arif Yahya.