JETRO Siap Gandeng Indonesia; Jajaki Peluang Kerja Sama yang Lebih Besar

 JETRO Siap Gandeng Indonesia; Jajaki Peluang Kerja Sama yang Lebih Besar

Jakarta, Kabarindo- Di sela-sela kegiatan World Economic Forum (WEF).

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melakukan pertemuan dengan Executive Director of Japan External Trade Organization (JETRO) Hiroyuki Ishige, beberapa waktu lalu, di Davos, Swiss.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya saat kunjungan kerja Mendag ke Tokyo, Jepang, pada 20 Januari 2015.
“Dalam pertemuan tersebut, pihak JETRO menyampaikan kemungkinan peranan yang dapat dilakukan oleh JETRO dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi, dagang, dan industri antara Indonesia dan Jepang,” ungkap Rachmat.

Rachmat menambahkan bahwa beberapa sektor menjadi perhatian JETRO saat ini, antara lain pertanian, pembangunan infrastruktur, dan kemaritiman. Terkait isu pertanian, JETRO berharap agar produk pertanian Jepang dapat memasuki pasar Indonesia tanpa mengalami hambatan karantina dan teknis yang berlebihan, termasuk nantinya kepentingan Jepang di produk “beef”.

JETRO juga menyampaikan keprihatinannya atas semakin maraknya pemberitaan di media massa Indonesia yang mengkritik hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang dalam kerangka FTA. Jepang berharap pandangan tersebut tidak mencerminkan persepsi pemerintahan Indonesia saat ini. Lebih lanjut, Jepang mengharapkan agar para investor maupun kalangan pelaku usaha Indonesia dapat melakukan investasi di Jepang.
Indonesia menyambut baik inisiatif Jepang untuk meningkatkan lagi hubungan kerja sama ekonomi, dagang, dan industri antara kedua negara, khususnya dalam rangka meningkatkan nilai tambah bagi produk ekspor Indonesia. “Kami berharap JETRO dapat berperan dalam peningkatan kapasitas Indonesia di sektor pertanian untuk menciptakan “nilai tambah” dan daya saing produk ekspor pertanian Indonesia. Saat ini, persepsi masyarakat di Indonesia sudah mulai memprioritaskan aspek kualitas dibandingkan harga murah suatu produk,” jelas Rachmat.

Pada pertemuan tersebut, Mendag juga menyampaikan kepada JETRO bahwa salah satu program dukungan yang dapat dilakukan JETRO adalah dengan meningkatkan lagi program pengembangan “one village-one product” bagi Indonesia, sebagaimana upaya tersebut pernah dirintis oleh JETRO.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang yang sudah terjalin baik selama ini dalam kerangka FTA akan tetap dipertahankan bagi kepentingan kedua belah pihak. Selain itu, perluasan hubungan kerja sama ekonomi dalam lingkup ASEAN–Regional Comprehensive Economic Partnership (ASEAN–RCEP) juga merupakan kepentingan kedua negara dengan mengedepankan prinsip saling menguntungkan.

Terkait dengan kekhawatiran Jepang atas mencuatnya beberapa pemberitaan negatif mengenai hubungan kerja sama FTA dan ASEAN – RCEP, Indonesia menyampaikan bahwa hal tersebut tidak tepat. “Faktanya, pemerintahan Jokowi-JK justru menempatkan Jepang sebagai negara mitra yang strategis. Tidak saja dari sudut pandang hubungan ekonomi, dagang, industri dan investasi, namun juga dari sudut pandang politik. Dalam bidang investasi, Indonesia juga mengundang Jepang untuk lebih banyak lagi meningkatkan investasi di Indonesia,” tegas Rachmat.