IFW 2015 Di Dukung Oleh Kemendag RI; Dorong Produk Fesyen Indonesia Menuju Pasar Global

 IFW 2015 Di Dukung Oleh Kemendag RI; Dorong Produk Fesyen Indonesia Menuju Pasar Global

Jakarta, Kabarindo- Kementerian Perdagangan optimistis industri fesyen akan menjadi salah satu penopang ekspor produk nonmigas Indonesia ke pasar global.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengembangan Produk Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag, Sulistyawati, pada konferensi pers Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, hari ini, Selasa (17/2).

Konferensi pers digelar oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan didukung Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UKM, serta asosiasi terkait.
“Kami optimistis ekspor fesyen Indonesia terus tumbuh seiring pertumbuhan positif ekspor fesyen di dunia. Pada 2013 sendiri, nilai ekspor produk fesyen Indonesia mencapai USD 11,78 miliar. Sementara pada periode Januari-November 2014, nilai ekspor fesyen sebesar USD 12,51 miliar atau mengalami peningkatan 16,59% dari periode yang sama tahun 2013,” ungkap Sulistyawati.
Mengambil tema “The Biggest Fashion Movement”, IFW 2015 yang menginjak tahun ke-4 rencananya akan berlangsung pada 26 Februari-1 Maret 2015 di Hall A, Hall B, dan Hall Cendrawasih Jakarta Convention Center (JCC). Melalui IFW, lanjut Sulistyawati, pelaku usaha fesyen tanah air didorong agar dapat mewujudkan Indonesia sebagai pusat mode Asia tahun 2018 dan pusat fesyen muslim dunia tahun 2020.
Semangat tersebut salah satunya ditunjukkan dari peningkatan jumlah brands yang tampil selama pelaksanaan IFW dari tahun ke tahun. Sebanyak 405 brands telah ditampilkan pada IFW 2012, 453 brands pada IFW 2013, 512 brands pada IFW 2014, dan 747 brands pada IFW 2015. Selain itu, akan ada 2.522 jenis produk pakaian jadi karya 230 desainer tanah air pada pameran dagang fesyen IFW 2015.
“Di penyelenggaraan sebelumnya, IFW memperkuat konsep retail atau B2C (Buyer to Consumer), maka tahun ini saatnya mengarahkan pada B2B (Business to Business)," imbuh Sulistyawati.
Acara yang menargetkan 100.000 pengunjung dan buyers dari beberapa negara tersebut juga akan menampilkan 32 fashion show yang digelar di dua panggung, serta zona fesyen muslim yang terdiri dari 160 booth. Fashion show akan menyajikan konsep ready to wear craft fashion, komoditas mode yang potensial merambah pasar global.
Pengembangan Fesyen Muslim
Pada kesempatan itu, Sulistyawati sekaligus memaparkan bahwa Kemendag akan memfasilitasi 40 booth dari 160 booth yang ada di Zona Fesyen Muslim. Pelaku usaha yang difasilitasi terdiri atas pelaku fesyen yang merupakan anggota APPMI, dimana sebagian telah mengikuti coaching program pengembangan merek oleh Ditjen PEN.
“Pasar fesyen muslim dunia kini tidak hanya mencakup wilayah Timur Tengah dan Afrika, namun juga Amerika dan Eropa. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar, Indonesia memiliki modal dasar mengembangkan fesyen muslim Indonesia. Ditambah dengan banyaknya bermunculan komunitas fesyen muslim, Indonesia juga berpotensi menjadi hub produk fesyen muslim, khususnya di ASEAN,” tegas Sulistyawati.
"IFW 2015 merupakan kiprah pelaku kreatif fesyen Indonesia dalam menggali kreativitas dengan kearifan lokal. Fesyen muslim Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari segi bahan baku, keragaman budaya, sumber daya manusia, dan pasar produk. Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN, mari kita dorong kreativitas dan inovasi pelaku kreatif fesyen muslim Indonesia ke kancah global,” tambah Sulistyawati.
Potensi Fesyen Indonesia
Pertumbuhan ekspor fesyen periode 2009-2013 mengalami pertumbuhan positif 10,59% per tahun. Pada 2013, nilai ekspor produk fesyen Indonesia mencapai USD 11,78 miliar. Sementara periode Januari-November 2014, nilai ekspor fesyen sebesar USD 12,51 miliar atau mengalami peningkatan 16,59% dari periode yang sama tahun 2013, dengan negara utama tujuan ekspor meliputi Amerika Serikat (35,60%), Jepang (6,79%), Jerman (6,04%), dan Uni Emirat Arab (4,18%).
Indonesia yang kaya akan kearifan budaya lokal diyakini menjadi sumber inspirasi bagi pelaku fesyen untuk berkarya. Indonesia memiliki desainer-desainer dengan kreativitas yang baik dan telah menjadi ikon kuat di dalam dan luar negeri, seperti Dian Pelangi, Tex Saverio, Ni Luh Djelantik, Peggy Hartanto, dan Sebastian Gunawan yang berhasil mengangkat nama Indonesia di dunia internasional.
Sementara untuk pasar dalam negeri, jumlah penduduk yang besar mencapai lebih dari 248 juta jiwa menjadikan Indonesia pasar yang potensial, termasuk bagi pemasaran produk fesyen. Peningkatan kinerja ekonomi Indonesia yang tumbuh dengan baik menyebabkan meningkatnya taraf ekonomi yang diiringi peningkatan daya beli dan konsumsi masyarakat. Kelas menengah terus menunjukan pertumbuhan sehingga daya beli masyarakat yang semakin kuat dan cenderung mengaktualisasikan dirinya dengan produk yang digunakan.