Minggu, 12 November 2017-07:13:36
Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

ITS Jalin Kerja Sama Dengan Kemenhub & KPK; Kado Dies Natalis Ke-57

Mendukung program tol laut dan kembangkan hasil riset yang masih berbentuk prototipe



Surabaya, Kabarindo- Bertepatan dengan Dies Natalis ke-57, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjalin kerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Adanya tol laut mampu menekan angka disparitas sebesar 20%. Namun program ini masih membutuhkan peningkatan, khususnya di bidang kapal pengangkut barang yang digunakan.

“Untuk peningkatan tersebut, kementerian perhubungan membutuhkan mitra di bidang pengetahuan. ITS dirasa mampu memberikan masukan atau riset untuk meningkatkan program tol laut beserta kapal untuk tol laut,” ujar alumni Universitas Gadjah Mada tersebut.

Menurut Budi, masih ada beberapa hal yang belum sempurna dalam pengembangan tol laut seperti muatan kapal untuk tol laut hanya mampu menampung sedikit beban, kapal yang digunakan merupakan kapal buatan luar negeri dan masih terdapat masalah tracking atau pelacakan.

“Pelacakan ini dibutuhkan untuk mengetahui praktik monopoli dalam program tol laut. Karena itu, kementerian perhubungan menginginkan sumbangsih riset dan inovasi dari ITS dalam menyelesaikan permasalahan tersebut,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, mengatakan inovasi-inovasi ITS yang menunjang program tol laut sebenarnya sudah digarap ITS, namun masih berbentuk prototipe dan riset. Dengan adanya kerja sama ini, harapannya semua inovasi di ITS bisa lanjut hingga produksi massal serta kontribusi ITS pada dunia maritim terealisasi.

Sementara itu, Wakil Rektor ITS bidang Inovasi, Kerja Sama, Kealumnian dan Hubungan Internasional, Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc, mengatakan ada beberapa peluang dari kemitraan ini. Antara lain memberikan studi lanjut kepada SDM Kemenhub untuk program S2 dan S3 di ITS, pelatihan dan workshop, kerja sama yang lebih intensif, joint research, joint funding dan kerja sama pengembangan technopark.

Ketut memaparkan beberapa inovasi ITS yang telah digarap dan bisa digunakan dalam peningkatan program tol laut, yaitu Standard Perhitungan Konsensi Pelabuhan, Freight Calculator-Operational armada kapal untuk rute tol laut, pengembangan floating infrastructure, produk bidang transportasi laut dan logistik, produk bidang telematika dan transportasi laut, Prototype Design and Construction of Hybrid Submarine-Hydrofoil Craft, serta Intelligent Transportation System. ITS juga memiliki National Ship Design & Engineering Center (NaSDEC), gedung riset yang mumpuni untuk penelitian tol laut.

Selain menjalin kerja sama dengan Kemenhub, ITS juga menjalin kerja sama dengan KPK dalam membantu mengembangkan hasil riset ITS. Ketua KPK, Ir Agus Rahardjo MSM, mengatakan KPK ingin bekerja sama dengan ITS untuk mengembangkan hasil riset yang masih berbentuk prototipe menjadi bentuk produk nyata yang bisa dikomersialkan.

Salah satu contoh produk ITS yang dalam waktu dekat akan dibantu oleh KPK ialah GESITS, motor listrik pertama buatan ITS.  “Kami ingin membantu GESITS agar secepatnya dapat di produksi secara missal, agar tidak ketinggalan dengan produk luar negeri,” ujar alumnus Teknik Sipil ITS tersebut.

Agus menambahkan, perlakuan pada motor listrik GESITS juga akan diberikan pada inovasi ITS lainnya yang masih berbentuk prototipe agar segera direalisasikan dan dikomersialkan, diantaranya bus listrik, mobil angkut perdesaan (multipurpose car), Sinjai (Mesin Jawa Timur Indonesia), mesin garapan ITS yang bisa diterapkan ke mobil angkut perdesaan dan Sistem Informasi Geografis Transportasi untuk pemetaan transportasi laut.

Selain kerja sama pengembangan produk prototype menjadi produk komersil tersebut, kerja sama lain antara KPK dengan ITS adalah merancang untuk memasukkan pelajaran pengenalan anti-korupsi ke dalam kurikulum perkuliahan mahasiswa ITS.