Selasa, 27 Oktober 2015-14:45:08
Kontributor : Teks; Arul Arista / Foto2: IsT

Yetty Tan Di JFW 2016; Usung Enchanted Beauty

Keindahan Hutan, Art Nouveau, & Art Deco



Fashion Tent, Sency, Jakarta, Kabarindo- Bagi Yenty Tan, ketiganya tidak pernah berdiri sendiri sebagai frasa terpisah.

Dalam imajinya, ketiganya selalu berkelindan dan menciptakan kegelisahan inspirasi ketika mewujudkan satu rangkaian karya busana.
Membayangkan diri menyusuri rindang pepohonan di dalam hutan dan menerabas sulur-sulur akar yang bergelantungan sembari membayangkan dongeng peri-peri hutan yang misterius namun menjanjikan kecantikan yang melenakan, Yenty Tan justru teringat akan keindahan dekoratif yang ditawarkan dua aliran seni, Art Nouveau dan Art Deco.

Pola liukan yang membentuk volume dua dimensi pada Art Nouveau mengingatkan pada juntai sulur-sulur akar dalam hutan. Sementara garis-garis Art Deco yang kerap kali menampilkan konstruksi-konstruksi geometris dan lebih linear seumpama bentuk gagahnya pepohonan. Meracik ketiga frasa sebagai inspirasi utama yang kemudian melahirkan satu puncak rangkaian karya, Yenty Tan mempersembahkan “Enchanted Beauty”.

Sebagai kali keduanya mempersembahkan peragaan busana tunggal, Yenty Tan melakukan persiapan secara matang dan menghabiskan waktu selama tiga bulan pengerjaan. Tidak hanya memberikan perhatian penuh pada detil-detil rumit yang mencirikan kekuatan gaya dekoratif khas Art Nouveau, sisi fungsionalis, anggun, dan kesan ultra modern yang melekat pada ruh desain Art Deco pun tidak pernah diabaikan. Gambaran menawan rupa tetumbuhan, bunga-bunga, akar, serta daun-daun yang berguguran di tengah hutan tidak luput dari keriuhan inspirasi detil dalam keseluruhan rangkaian koleksi busana. Jadilah koleksi kali ini sebagai titik kulminasi baru sang desainer dalam berkarya.

Melakukan formulasi apik yang memadukan keindahan hutan, Art Nouveau, Art Deco, “Enchanted Beauty” turut merefleksikan sisi kecantikan perempuan yang selalu ingin ditampilkan oleh Yenty Tan. Kecantikan dari perempuan yang mandiri, kuat, memiliki prinsip dalam hidup, berani mengekspresikan diri, tanpa menanggalkan sisi feminin dan romantisme yang menghanyutkan. Tak kurang dari 24 koleksi busana yang terdiri atas 20 semi evening gown dan 4 wedding gown akan dilansir Yenty Tan pada peragaan busana tunggalnya. Melalui ke-24 koleksi ini, Yenty Tan akan membiarkan pasang-pasang mata terbuai dalam belaian romantisme keindahan dari citra kecantikan perempuan yang kuat dan mandiri.

Dominasi siluet-siluet lurus, jatuh melambai, serta bagian bawah yang menampakan volume malu-malu dipadu secara cerdas dengan aplikasi material bertekstur transparan yang memberi kesan ringan, modern serta elegan. Menghindari detil gemerlap semisal payet, manik-manik, atau kristal, koleksi Yenty Tan justru tampil memikat dengan konstruksi busana, teknik jahit serta detil dekoratif yang menunjukan kreativitas Yenty Tan dalam mengolah ragam material dan mentranslasikannya sebagai detil yang sedap dipandang. Hal ini dapat terlihat melalui aplikasi detil busana yang dibentuk menggunakan teknik laser cut bahan kulit sintetis dan satin. Detil busana ini kemudian membentuk motif-motif floral dan jalinan rumit refleksi sulur-sulur tetumbuhan yang menjadi salah satu inspirasi utama. Memaksimalkan detil ilustrasi motif koleksi busananya, Yenty Tan bekerjasama dengan Gladys Tannya, seorang ilustrator muda lulusan Inggirs pada salah satu motif floral istimewa yang ditampilkan.

Dalam koleksinya kali ini, Yenty Tan memilih  palet warna yang berkarakter dingin, misterius, namun subtil menghadirkan kesan romantis seperti hitam, putih, putih gading, silver, abu-abu, dan midnite blue. Bahan duchess, lace, tule, kulit sintetis, satin, dan lace  katun adalah sebagian material  dasar yang digunakan untuk mewujudkan rangkaian koleksi “Enchanted Beauty”.  Menutup cerita, rangkaian gaun panjang yang sebagian memiliki detil jubah atau cape, gaun pendek bervolume ringan, gaun midi kaya detil konstruktif, gaun 7/8 yang anggun dan elegan, hingga gaun pengantin yang mewah dan klasik persembahan Yenty Tan hadir sebagai persembahan terbaik bagi publik mode Indonesia dan Jakarta Fashion Week 2016.

Sekilah Sosok Yetty Tan:
Yenty Tan memulai karirnya dalam dunia mode Indonesia setelah ia menamatkan sekolah mode di Asride Iswi Jakarta di tahun 2001, Yenty Tan memutuskan untuk lebih berkonsentrasi sebagai desainer spesialis busana pengantin di Tracy Bridal House. Dalam merancang busana, kemampuan Yenty Tan tidak perlu diragukan lagi. Hal ini terbukti dengan kesuksesannya meraih sejumlah penghargaan dari dunia mode seperti Best Country Award pada tahun 1998, 2001, dan 2003 dalam ajang Kompetisi Desainer Mode Indonesia, dan satu dari sepuluh finalis “Concours International des Jeunes Creatures de Mode et Beijoux” di Paris. Setelahnya pada tahun 2005, Yenty Tan terpilih sebagai salah satu dari delapan finalis Mercedez Asia Fashion Award, kompetisi desain busana ready-to-wear yang diselenggarakan oleh Mercedez Benz. Pada tahun 2010 lalu, Yenty Tan telah menyelesaikan lanjutan studi modenya pada short course di London College of Fashion. Yenty Tan mempersembahkan rangkaian koleksi busana non-wedding perdananya di ajang Jakarta Fashion Week 2015 yang bertajuk “Sovereign Beauty”, dan di tahun ini, ia kembali mempersembahkan sebuah peragaan busana tunggal bertajuk “Enchanted Beauty” pada Jakarta Fashion Week 2016.