Yuk Terapkan Gaya Hidup Organik; Demi Menjaga Kesehatan

Yuk Terapkan Gaya Hidup Organik; Demi Menjaga Kesehatan

Yuk Terapkan Gaya Hidup Organik; Demi Menjaga Kesehatan

Hindari makanan dan produk yang mengandung bahan yang membahayakan kesehatan

Surabaya, Kabarindo- Setiap orang tentu ingin hidup sehat, namun caranya bergantung pada masing-masing. Banyak orang yang mulai menerapkan gaya hidup organik. Salah seorang yang giat memasyarakatkan gaya hidup organik adalah Ir. Wardah Alkatiri MA, Phd., peneliti & human ecology scientist yang juga pendiri Yayasan Amani, perintis gerakan organik.

Menurut Wardah, gaya hidup sehat organik adalah pilihan. Orang juga bisa memilih gaya hidup lain, misalnya gaya hidup sehat dengan obat-obatan. Bukan berarti obat-obatan tidak digunakan oleh orang-orang yang memilih gaya hidup organik, namun prinsipnya, mereka lebih mengusahakan menjaga atau merawat kesehatan, ketimbang mengobati.

Kalau jatuh sakit, ya tentu harus berobat,” ujarnya dalam acara Organic Day yang diadakan Herbs Spa di Surabaya.

Wardah melihat banyak orang yang sembrono terhadap kesehatan mereka. Entah karena ogah repot, tidak mengerti atau tidak tahu jika sebetulnya ada pilihan gaya hidup sehat organik yang berbeda dengan gaya hidup kebanyakan orang.

“Masyarakat kita umumnya tidak terlalu peduli terhadap apa yang dikonsumsi. Mereka berpikir, kalau sakit ya dokter dan ada obatnya. Mereka mempercayakan kunci kesehatan diri dan keluarga pada dokter dan obat. Sedangkan pelaku gaya hidup sehat organik memegang sendiri kunci kesehatannya. Hanya kalau terpaksa karena sakit, barulah minta bantuan dokter dan minum obat,” paparnya.

Wardah menjelaskan bahan-bahan yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan di antaranya pewarna makanan, pengawet makanan, perasa, pemanis, hormon pada produk daging atau susu campuran pakan ternak serta yang mengandung pestisida dan bahan-bahan kimia pertanian yang berasal dari petroleum.

Tentu tidak mungkin kita bisa menghindari makanan dan produk yang memiliki semua kandungan tersebut, karena tanpa sepengetahuan kita, sudah disisipkan ke dalam beragam produk makanan jadi. Karena itu, kunci gaya hidup sehat organik adalah sebisa mungkin menghindarinya, makanan segar lebih baik dari pada yang diawetkan, produk dapur sehat lebih bagus dari pada produk industri dan semakin panjang proses pengolahan makanan, semakin turun kualitas gizinya.

Gerakan organik berusaha menghidupkan kembali hubungan manusia dengan alam yang sudah terputus, khususnya pada masyarakat kota besar. Orang-orang kota (urban) sudah tidak lagi mengenali bahwa semua makanan yang mereka konsumsi sehari-hari sebetulnya berasal dari alam. Yang mereka ingat adalah rak-rak pasar dan supermarket darimana barang-barang itu berasal, bukan sawah, kebun, hewan ternak dan para petani yang memberi kita makanan,” ujar Wardah.

Ia menekankan pentingnya dan idealnya bahan-bahan organik tidak dikemas menggunakan bahan pencemar lingkungan seperti plastik yang tidak bisa diurai oleh tanah sampai ribuan tahun. Prinsip meminimalkan kemasan ini harus diterapkan dalam perdagangan bahan organik.

Ini satu tantangan besar juga, karena masyarakat modern khususnya urban, terbiasa dengan kemudahan dan kenyamanan yang didapat dari memakai kemasan berlebihan,” tandasnya.

Penulis: Natalia Trijaji