Wings Gelar Edukasi Kesehatan & Bangun Fasilitas Pendidikan; di Sumba Timur

Wings Gelar Edukasi Kesehatan & Bangun Fasilitas Pendidikan; di Sumba Timur

Wings Gelar Edukasi Kesehatan & Bangun Fasilitas Pendidikan; di Sumba Timur

Peduli kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat

Sumba, Kabarindo- Sumba adalah pulau eksotis di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini tengah naik daun, karena memiliki keindahan alam luar biasa sebagai potensi pariwisata.

Sederet selebriti dunia seperti David Beckham, Chris Hemsworth hingga Jamie Chung pernah mengunjungi Sumba. Sayangnya, seluruh kabupaten di pulau ini masuk dalam daftar daerah tertinggal 2015-2019 yang ditetapkan Presiden Joko Widodo dalam Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015 – 2019.

Sumba Timur adalah salah satu kabupaten yang mendapat sorotan sebagai daerah tertinggal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks pembangunan manusia di daerah tersebut hanya 64,19. Dari sisi pendidikan, harapan lama sekolah anak-anak di daerah ini adalah 12,79 (12 tahun) dengan rata-rata lama sekolah 6,73 (6 tahun), sedangkan angka harapan hidup hanya mencapai 64,12.

Berangkat dari hal tersebut, Yayasan Wings Peduli Kasih yang berada di bawah Wings Corporation, mewujudkan aksi kepedulian untuk meningkatkan kualitas dan standar hidup masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan. Hal ini dilakukan dengan menggelar edukasi kesehatan bagi masyarakat di desa Papu, Watumbaka, Sumba Timur, baru-baru ini.

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian Yayasan Wings Peduli Kasih untuk berpartisipasi meningkatkan standar kesehatan masyarakat di Sumba Timur. Para peserta mendapatkan pemaparan dan modul informatif mengenai topik edukasi yang diajarkan berdasarkan kategori yang ditentukan yaitu ibu rumah tangga, remaja dan anak-anak. Dengan begitu, diharapkan mereka mampu menjadi agen perubahan di tengah lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujar Gabriella Da Silva, Public Relations Head PT Sayap Mas Utama.

Materi yang diberikan adalah edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Kebiasaan Mencuci Tangan yang benar bagi 50 ibu rumah tangga, edukasi manajemen kebersihan menstruasi bagi 50 remaja putri, edukasi informasi menstruasi bagi 50 remaja putra serta panduan edukasi PHBS bagi 50 anak-anak. Para peserta yang mendapatkan edukasi dari tim Yayasan Wings Peduli Kasih diharapkan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat, menularkan informasi dan kebiasaan positif yang mendorong perubahan perilaku keluarga dan masyarakat menjadi lebih baik.

Untuk mendorong kualitas pendidikan masyarakat Sumba Timur, Yayasan Wings Peduli Kasih bekerja sama dengan Travacello Care juga membangun sekolah untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gracia 2 di desa Papu, Watumbaka, Sumba Timur. Dalam proyek ini, yayasan membantu membangun perpustakaan dan toilet untuk membantu meningkatkan minat baca dan belajar masyarakat lokal, sekaligus sebagai bentuk partisipasi mencerdaskan bangsa. Pembangunan fisik proyek ini dimulai pada September 2018 dan diharapkan selesai pada November 2018.

“Yayasan Wings Peduli Kasih berharap pembangunan perpustakaan dan toilet untuk PAUD Gracia 2 dapat mendorong minat belajar sejak usia dini, memperbesar harapan lama sekolah anak-anak sehingga kualitas pendidikan masyarakat dapat meningkat. Bangunan tersebut juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke PAUD Gracia 2 dan memberi bantuan kepada masyarakat di desa Papu,” ujar Gabriella Da Silva.

Jonathan Thamrin, Founder Travacello Care, mengatakan Travacello memiliki misi untuk memberikan kebarmonisan berupa nilai lebih di setiap perjalanan yang disuguhkan. Selain menikmati keindahan alam Indonesia, pihaknya juga mengajak peserta untuk turut berkontribusi bagi penduduk lokal melalui Travacello Care. Tahun ini berfokus di Sumba School Project.

Penulis: Natalia Trijaji