Waspadai Penipuan; Buatlah E-mail dan Password Berbeda untuk Setiap Kebutuhan

Waspadai Penipuan; Buatlah E-mail dan Password Berbeda untuk Setiap Kebutuhan

Waspadai Penipuan; Buatlah E-mail dan Password Berbeda untuk Setiap Kebutuhan

Hati-hati phising & data breach

Surabaya, Kabarindo- Semua hal kini terhubung melalui koneksi internet. Dimulai dari satu e-mail, anda bisa melakukan banyak hal di dunia maya seperti membuat akun untuk bersosialisasi di media sosial, untuk belajar online, untuk mendengarkan musik atau menonton tayangan streaming, akun untuk aktivitas perbankan atau transaksi dengan e-Wallet hingga akun untuk belanja online di situs-situs e-Commerce.

Belanja online sendiri jadi semakin sering dilakukan sejak pemerintah mengimbau untuk beraktivitas di rumah. Namun semua kemudahan yang ditawarkan bisa jadi masalah jika tak diikuti dengan kewaspadaan. Terutama kewaspadaan terhadap bentuk-bentuk penipuan atau tindak kejahatan oleh pihak yang tak bertanggung jawab di dunia maya.

1. Phishing

Dikutip dari phishing.org, phishing adalah kejahatan dunia maya dengan memanfaatkan informasi e-mail, nomor telpon atau pesan teks korban. Pelaku akan menghubungi korban dengan menyamar sebagai lembaga yang sah untuk memikat korban agar memberikan data sensitif seperti informasi pribadi, informasi di kartu kredit atau kartu debit bahkan kata sandi.

Melalui e-mail misalnya, korban akan menerima e-mail berisi link yang jika diklik akan mengarahkan korban ke suatu situs yang meminta korban untuk memasukkan data pribadi.

2. Data Breach

Data breach, berdasarkan wikipedia, adalah informasi pribadi atau rahasia yang secara sengaja atau tidak sengaja dirilis ke pihak tidak terpercaya. Umumnya juga disebut kebocoran data atau informasi. Contoh yang umum terjadi adalah suatu website diserang dan data di dalamnya seperti e-mail dan password seluruh pengguna dijual ke darknet market.

Kasus-kasus phishing dan data breach sudah sering terjadi. Karena itu, menjaga kerahasiaan e-mail, password dan data pribadi lainnya sangat penting. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir kemungkinan terkena kasus penipuan tersebut.

Buat alamat e-mail yang berbeda untuk setiap kebutuhan, misalnya e-mail untuk perbankan, e-mail untuk e-Commerce dan media sosial, e-mail untuk urusan pekerjaan, e-mail untuk keperluan pribadi dan lainnya.

Gunakan password berbeda untuk setiap e-mail tersebut. Aktifkan keamanan tambahan yang biasanya disediakan setiap penyedia e-mail, misalnya Gmail dengan 2-Step Verification atau Yahoo! Mail dengan Account Key. Jangan simpan daftar password milik anda dalam format digital yang juga rentan untuk diretas.

Untuk mengetahui apakah anda pernah mengalami data breach, anda bisa mengakses situs khusus untuk pengecekan keamanan e-mail dan password. Selain itu, pastikan mengganti password secara berkala. Selalu rahasiakan e-mail, password dan data pribadi lainnya serta selalu waspada selama berselancar di dunia maya.

Penulis: Natalia Trijaji