Voyager 4 Siap Manggung di Surabaya dalam Soiree Jazz; Jembatani Musik dan Sains

Voyager 4 Siap Manggung di Surabaya dalam Soiree Jazz; Jembatani Musik dan Sains

Voyager 4 Siap Manggung di Surabaya dalam Soiree Jazz; Jembatani Musik dan Sains

Kelompok musik jazz Prancis, dihadirkan Harris Hotel Gubeng Surabaya dan IFI Surabaya

Surabaya, Kabarindo- Bersantap malam sambil melihat penampilan sebuah grup musik jazz bisa menjadi momen yang sangat menyenangkan dan memuaskan kerinduan.

Inilah yang ditawarkan Harris Hotel Gubeng Surabaya bekerja sama dengan Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya dengan menghadirkan kelompok musik jazz dari Prancis, Voyager 4. Grup musik ini siap menemani para tamu makan malam di Seventeen Lounge lantai 17 pada Minggu (28/72019) malam pada acara bertajuk Soiree Jazz yang dalam bahasa Prancis artinya pesta musik jazz pada malam hari.

Stylianos Koureas, General Manager Harris-POP! Gubeng Surabaya, menyatakan kegembiraannya dapat menghadirkan Voyager4.

“Kami mengajak Jazz lovers untuk menikmati musik Jazz yang berbeda sambil bersantap malam dengan set menu Western dan wine serta melihat pemandangan kota Surabaya dari ketinggian lantai 17. Hidangan yang akan disajikan adalah set menu Western, mulai dari menu pembuka, utama hingga penutup,” ujarnya.

Voyager 4 datang ke Indonesia untuk pertama kali dan langsung menuju Surabaya. Kelompok ini beranggota 4 personil, karena itu dinamai Voyager 4. Mereka adalah Ohane Dourian pemain piano, kibor sekaligus komposer, Galindo Cuadra (gitar), Gabriel Ferrari (drum) dan Paul Herry-Pasmanian (bas).

Dourian yang mewakili rekan-rekannya menjelaskan, Voyager diambil dari nama pesawat luar angkasa NASA kenamaan. Voyager 4 dibentuk pada 2017 atas inisiatif dirinya. Mereka tinggal di Paris. Para personelnya merupakan lulusan sekolah musik/konservatori yang memiliki karir masing-masing, baik sendiri maupun bergabung di berbagai grup sebelumnya. Di antara mereka, juga ada yang studi di bidang sains.

Menurut Dourian, masing-masing personil memiliki idealisme sendiri, namun mereka dapat bersinergi dan meleburnya dalam Voyager4. Mereka bergabung menjadi kuartet yang menjembatani musik dan sains.

“Banyak yang penasaran terhadap kami dan musik yang kami bawakan yang memadukan musik jazz dan sains,” ujarnya.

Voyager 4 terinspirasi dari penelitian dan penemuan-penemuan sains, dengan komposisi musik dari Dourian masuk dalam aliran jazz modern yang memadukan balada nan mendayu, beat yang kuat, musik elektronik dan melodi khas Armenia. Ada pengaruh grup seperti E.S.T Trio, grup musik kenamaan Eropa asal Swedia. Mereka juga merangkul genre musik yang aktual agar bisa diterima masyarakat.

Voyager 4 membawa angin segar bagi para pecinta musik dengan keunikan mereka yang mengusung musik yang menjembatani musik jazz dengan sains. Mereka mengajak publik untuk membayangkan Lubang Hitam, gravitasi ataupun filosofi sains Albert Einstein. Kekuatan musik mereka meraih apresiasi dan memperoleh penghargaan Léopold Bellan’s International Prize (Jazz/2017).

Dalam penampilan di Harris nanti, Voyager akan beraksi selama satu jam. Mereka mengaku akan mengenakan kostum jumpsuit yang mirip pakaian astronot dengan nama masing-masing di bagian dada.

Cuadra berharap, penampilan Voyager 4 dapat menghibur jazz lovers. Ia juga berharap, gurp ini bisa terus eksis bersama musik yang mereka usung dan idealisme mereka. Selain tampil di berbagai acara dan event musik, kelompok ini berencana untuk membuat mini album.

Penulis: Natalia Trijaji