Ultimo Hombre Gandeng AXIS; Gelar Kompetisi eSports di Indonesia

Ultimo Hombre Gandeng AXIS; Gelar Kompetisi eSports di Indonesia

Ultimo Hombre Gandeng AXIS; Gelar Kompetisi eSports di Indonesia

Permainan game online dapat menjadi profesi dengan bayaran selangit

Surabaya, Kabarindo- Kemajuan teknologi yang pesat mampu mengubah kebiasaan kita dalam menjalani hidup. Tidak ada yang pernah menyangka dalam waktu lima tahun permainan game online dapat menjadi sebuah profesi dengan bayaran selangit.

Menurut data eSport International, pada 2017, Indonesia memiliki 43,7 juta pemain eSports yang menghabiskan Rp.11 miliar untuk bermain game. Hal ini membuat Indonesia berada di urutan 16 sebagai negara dengan pendapatan game terbesar di dunia.

Olahraga elektronik resmi hadir di Indonesia dengan dibentuknya IeSPA ( Indonesia eSports Association) di bawah naungan organisasi FORMI (Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia). Organisasi ini dibentuk sebagai wadah bagi pemain profesional dan atlet dengan rentang usia 10-55 tahun.

Data terbaru menunjukkan gamers laki-laki mencapai 56%, sisanya 44% gamers perempuan. Melihat tren ini, panitia Asian Games 2018 memasukkan eSports sebagai bagian dari olahraga yang akan dipertandingkan secara resmi pada Asian Games 2022. Kategori yang dipertandingkan adalah game seperti League of Legends, Age of Valor, Fifa, CS:GO, Player Unknown Battleground, Dota 2 hingga Mobile Legends.

Menurut Mark Adams, pendiri Ultimo Hombre, lanskap dunia eSports saat ini lebih berpihak pada gamers profesional, namun mereka hanya mewakili kurang dari 1% demografi dunia gaming. Di setiap negara selalu ada gamers kompetitif yang ingin merasakan pengalaman yang sama dengan gamers profesional, namun tidak selalu mendapat kesempatan.

“Melalui acara-acara kami di Inggris, kami membuktikan ada pangsa yang sangat besar bagi mereka yang mencari kesempatan untuk sukses. Ada juga mereka yang mencari lingkungan yang lebih inklusif sebagai tempat untuk bisa merasa rileks dan menjadi bagian dari sebuah komunitas,” ujarnya.

Adams menambahkan, dengan membawa Ultimo Hombre ke tingkat dunia, ia bisa mengoneksikan gamers di seluruh dunia, bahkan mungkin menemukan bakat potensial baru. Dengan slogan ‘Everyone Can Play, Anyone Can Win’ (semua bisa bermain, siapa pun dapat menjadi pemenang), Ultimo Hombre ingin merangkul gamers dari semua level.

Dibutuhkan tempat untuk berlatih agar mempunyai kemampuan dan keahlian. iCafe menjadi alternatif bagi gamers pemula maupun profesional untuk menghadapi kompetisi. Setiap iCafe harus mempunyai peraturan bagi anak-anak di bawah usia di antaranya tidak diperbolehkan bermain pada jam sekolah, tidak boleh masuk dengan seragam sekolah dan tak ada konten pornografi. Ada detil peraturan untuk menghindari dampak negatif.

Maraknya iCafe di beberapa kota besar seperti Surabaya, menjadi salah satu latar belakang Ultimo Hombre bekerja sama dengan XL Axiata menyelenggarakan kompetisi eSports dari Inggris sebagai kompetisi terbesar pertama di Surabaya yang akan diadakan pada 24-25 November 2018 di Pakuwon Trade Centre. Kedua pihak telah sukses bekerja sama dalam event pada 11-12 Agustus di Jakarta.

“AXIS antusias menjalin kerja sama dengan Ultimo Hombre untuk memberikan pengalaman bermain game yang menarik dan unik kepada seluruh gamers di Indonesia. Melalui acara ini, kami ingin meyakinkan gamers dari semua level dan usia untuk bermain game menggunakan AXIS. Kami telah didukung dengan jaringan 4G LTE yang semakin luas dengan jangkauan di 376 kota di seluruh Indonesia. Karenanya, AXIS akan memberikan pengalaman fantastis kepada gamers saat bermain mobile game terbaru,” ujar Randu Zulmi, Head Youth Marketing Communication PT XL Axiata Tbk.

Ia menambahkan, AXIS telah bekerja sama dengan banyak top gamers dengan menawarkan kuota khusus games dan pembelian items in-app menggunakan mobile account. Hal ini diharapkan mempermudah gamers untuk menikmati games favorit mereka secara maksimal.

Acara Ultimo Hombre AXIS Pyramid League ini diharapkan bisa meningkatkan animo masyarakat pada eSports dan mengarahkan generasi muda dalam menggapai mimpi yang positif dengan semangat berkompetisi. Sehingga nantinya akan terpilih pemenang terbaik untuk menghasilkan sang ‘Ultimo Hombre’ atau ‘Orang Terakhir’ (Last Man Standing).

Penulis: Natalia Trijaji