TPID Jatim; Siap Hadapi Natal & Tahun Baru 2020 Melalui Sinergi

TPID Jatim; Siap Hadapi Natal & Tahun Baru 2020 Melalui Sinergi

TPID Jatim; Siap Hadapi Natal & Tahun Baru 2020 Melalui Sinergi

Kendalikan inflasi berbasis strategi 4K

Surabaya, Kabarindo- Memasuki penghujung 2019, TPID Provinsi Jawa Timur melakukan persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) melalui High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) TPID Jatim.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mewaspadai peningkatan harga komoditas pangan seiring dengan peningkatan ekspektasi dan permintaan masyarakat, khususnya komoditas volatile foods yaitu telur ayam ras dan daging ayam ras maupun kelompok administered price tarif angkutan udara dan KA.

Melalui HLM dan rakorwil, dilakukan upaya sinergi seluruh anggota TPID Jatim beserta pemimpin 38 kota / kabupaten untuk menyampaikan hal-hal yang telah dilakukan dalam rangka menjaga keterjangakauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan memelihara ekspektasi inflasi masyarakat menjelang HBKN.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, mengatakan dibutuhkan sinergi untuk melahirkan ide kreatif yang efektif dan inovatif dalam mengantisipasi gejolak harga. Penting untuk bersinergi dengan daerah lain dan meningkatkan misi dagang guna mendukung kerja sama antar daerah.

“Jatim dapat menjadi pendukung logistik untuk provinsi lain serta penguatan kerja sama antar daerah melalui optimalisasi pemanfaatan kantor-kantor perwakilan dagang Jatim di berbagai daerah, ujarnya.

TPID Jatim berhasil mengawal inflasi Jatim yang mencatat inflasi IHK November 2019 sebesar 2,20% (yoy) atau 1,59% (ytd), lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,95% (yoy) atau 2,24% (ytd), serta lebih rendah dibandingkan nasional dan menjadi yang terendah di kawasan Jawa.

Menurut Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi JawaTimur, dengan inflasi yang rendah dan stabil, kerja pemerintah dapat lebih fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Berbagai upaya pengendalian inflasi melalui TPID Jatim berbasis strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, komunikasi efektif) telah dilakukan selama 2019. Namun beberapa komoditas masih mengalami inflasi yang lebih tinggi dibandingkan pada 2018 yaitu holtikultura seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan bawang putih. Di sisi lain, dampak seasonal terhadap inflasi volatile food semakin mengecil. Hal ini mengindikasikan pola tanam, distribusi dan mekanisme pembentukan harga yang semakin baik. Sementara itu, inflasi administered priced yang masih tinggi mempengaruhi tingginya inflasi IHK di 8 kabupaten / kota di Jatim.

Potensi inflasi pada Natal 2019 & Tahun Baru 2020, umumnya pada daging ayam ras, telur ayam ras, beras dan komoditas bumbu-bumbuan (bawang merah, bawang putih dan cabe merah). Selain itu kenaikan cukai rokok oleh pemerintah mulai Januari 2020 akan mendorong kenaikan inflasi administered price. Pada Desember 2019, inflasi diperkirakan berada pada batas bawah sasaran inflasi 3,5+1% (yoy), yaitu pada kisaran 2,5% - 2,9% (yoy).

“Jika realisasi inflasi akhir tahun mencapai angka tersebut, maka Jatim akan mencatat prestasi dalam sejarah yaitu di bawah 3%,ujar Difi.

Penulis: Natalia Trijaji