The Origin Of SanteT; Menjadi Indonesia

The Origin Of SanteT; Menjadi Indonesia

XXI Kemang Village Lounge, Jakarta, Kabarindo- Mengapa The Origin of Santet Menjadi Indonesia ?

Yah, Santet itu khas, tidak saja beda dengan black magic dan lain sama sekali dengan guna-guna. "Saya bangga memproduksi film ini karena saya Indonesia, tidak saja menjadi karya prestisius yang saya persiapkan untuk dunia bangga akan Indonesia karena kental dengan budaya sarat unsur kearifan lokal. Tidak hanya di pulau Jawa tepatnya Banyuwangi atau Madura tapi hadir di Banten, Aceh, Makassar dan kota lainnya dengan berbagai media," paparnya lugas yang sedikit malu memperlihatkan instastory dari trailer Santetnya dilirik oleh sineas kondang Hollywood, James Wan.

UK, Malaysia dan Philipina akan menikmati film yang rencana tayang Kamis mendatang. Skenario yang irasional akan membuat para penonton mancanegara makin penasaran apalagi mantranya asli dari skenario Rebecca M.Bath.

Helfi Kardit didapuk sebagai sineas film yang berjudul The Origin of Santet yang kali ini diproduksi Stro Grup yang digawangi Sardjono Sutrisno menggandeng Kelly Brook dari USA, Jazz Ocampo Filipina bersama dengan aktor tampan Marcelino Lefrandt, Ayu Dyah Pasha, Ray Sahetapy dan lainnya.

Rendy diperankan Marcelino yang dari wawancara dengan redaksi percaya kemampuan seorang sineas seperti Helfi mampu mengajaknya dengan gestur dan level akting yang lebih dan ia tak sangka bisa seperti itu termasuk pemain lainnya.

Anda pasti penasaran, bukan? Apalagi setelah melihat Fathma yang diperankan Ayu Dyah Pasha pasti membuat Anda terdecak kagum, disinilah sutradara itu berubah menjadi Manusia Setengah Dewa.

Makin penasaran, bukan? Pantas karena 04 Oktober tidak hanya Anda tapi semua yang bangga menjadi Indonesia dengan kearifan lokalnya dipastikan akan mencengangkan dunia.

Yah, film ini ditangani dengan tata kelola Hollywood berstandar internasional sehingga tidak sekedar menakut-nakuti tapi film Helfi kali ini membangunkan bayangan kelam dari diri kita masing-masing, entah itu dendam, iri dengki atau ketamakan.

Film ini mendulang keunikan akan tanah air yang pantas diketahui oleh dunia atau mereka mengenalnya dengan Voodoo ?

Marcelino menanggapi skript cerita film ini yang menuntutnya all out sehingga ia jatuh cinta akan saratnya pesan-pesan budaya adiluhung akan kekejian segelintir orang untuk mencelakai orang lain.

Anda akan disesaki oleh banyak hal yang tabu tapi makin buat curious alias kepo karena seringkali tidak menjadi topik pembicaraan umum sehingga redaksi percaya tembus 1juta penonton.

Menarik, apabila Anda mendukung film ini sehingga capai 1juta penonton, maka Anda andil untuk sumbang 1M bagi korban gempa/tsunami di Lombok, Palu dan Donggala.


Dont miss it, Kamis 04  Oktober mendatang....!