The Body Shop Dorong Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

The Body Shop Dorong Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

The Body Shop Dorong Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Kumpulkan 500 ribu tanda tangan petisi Stop Sexual Violence sampai Maret 2021

Surabaya, Kabarindo- The Body Shop Indonesia mendorong pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Untuk itu, The Body Shop Indonesia melakukan kampanye “Semua Peduli, Semua Terlindungi #TBSFightForSisterhood”. Ini sebagai respon terhadap kondisi kritis bagi perempuan dan anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual, sehingga perlu segera mengambil sikap dan tindakan.

Hal tersebut diungkapkan pada acara “Virtual Press Conference The Body Shop Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS” pada Kamis (5/11/2020). Acara ini menghadirkan narasumber Aryo Widiwardhono, CEO The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo, Owner & Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia, Lily Yulianti Farid, aktivis, Founder & Director Makassar International Writers Festival, Wawan Suwandi, Public Relations Yayasan Pulih, artis dan aktivis Hannah Al Rashid serta Stand Up Comedian Bintang Emon.

Ayo mengatakan, kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan bentuk ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender antara perempuan dan laki-laki, sehingga diperlukan Undang-Undang (UU) Penghapusan Kekerasan Seksual.

Berdasarkan data Komisi Nasional Perempuan, kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia pada 2019 mencapai 431.471 kasus atau naik 8x lipat dalam 12 tahun terakhir. Kekerasan seksual terhadap anak perempuan naik 65% pada 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kondisi pandemi sejak awal 2020, kasus kekerasan terhadap perempuan dikhawatirkan makin meningkat.

Menurut Wawan, kekerasan seksual banyak terjadi karena masih kuatnya dominasi partriarki. Hannah mengatakan, banyak perempuan yang tak menyadari bahwa yang mereka alami adalah kekerasan.

Suzy menambahkan, selama ini, suara korban jauh dari publik, karena sistem sosial kita secara tidak langsung menghukum korban kekerasan seksual. The Body Shop Indonesia dipercaya sebagai teman seperjuangan para korban dengan membagikan cerita korban kekerasan seksual sebagai bentuk edukasi, juga membuka mata kita semua bahwa permasalahan tersebut nyata.

Kampanye tersebut akan menyuarakan dan mendampingi para korban serta memberikan gambaran nasib mereka, juga mengapa perlu segera ada UU yang berorientasi pada korban. The Body Shop bekerja sama dengan berbagai pihak; Yayasan Pulih, Magdalene, Makassar International Writers Festival serta Key Opinion Leader yang memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual.

Kampanye ini memiliki semangat kebersamaan (persaudaraan) yang ingin bergandengan serta merangkul sebanyak mungkin masyarakat dan berbagai pihak berjuang untuk mencapai tujuan mendorong RUU PKS disahkan menjadi UU.

Melalui kampanye ini The Body Shop Indonesia mengajak masyarakat terlibat aktif dengan berpartisipasi melalui donasi di seluruh gerai dan secara online, juga pengumpulan petisi di https://www.tbsfightforsisterhood.co.id/. Petisi ini mengumpulkan 500.000 tanda tangan sampai Maret 2021 agar RUU PKS segera disahkan menjadi UU.

Suzy menambahkan, The Body Shop Indonesia sejak awal didirikan berkomitmen untuk selalu ikut berjuang demi perubahan baik, terutama bagi perempuan, kemanusiaan dan lingkungan. Ia merujuk pada 86% karyawan The Body Shop di Indonesia adalah perempuan dan bisa mewakili perjuangan untuk mewujudkan perubahan terutama bagi perempuan.

“Kami mengajak generasi muda Indonesia untuk menghentikan kekerasan seksual melalui berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pihak. Kami juga akan menggandeng 500 ribu orang lewat pengumpulan petisi dan materi edukasi mengenai sex education yang mudah dipahami masyarakat awam, yang dapat diakses melalui #TBSFightForSisterhood,” ujarnya.

Suzy berharap, perusahaan lain mengikuti The Body Shop Indonesia dalam memperjuangkan isu kekerasan seksual, karena mendesak dan membutuhkan perjuangan dari berbagai pihak untuk berkolaborasi demi tercapainya pengesahan RUU PKS.

Para narasumber lain mendukung upaya The Body Shop Indonesia. Hannah mengatakan, pengesahan RUU PKS harus diperjuangkan agar segera terwujud. Para korban kekerasan seksual harus dilindungi dan dipulihkan.

“Kepedulian ini harus dimulai dari kita sendiri dan lingkungan sekitar kita,” ujar Hannah.

Penulis: Natalia Trijaji