Sharp Greenerator Fest 2019; Ajak Perangi Sampah Plastik

Sharp Greenerator Fest 2019; Ajak Perangi Sampah Plastik

Sharp Greenerator Fest 2019; Ajak Perangi Sampah Plastik

Rangkul berbagai lapisan masyarakat

Surabaya, Kabarindo- Eksistensi komunitas muda pecinta lingkungan binaan PT Sharp Electronics Indonesia yaitu Sharp Greenerator semakin aktif dalam melakukan aksi hijau.

Pada tahun ke empat berdirinya komunitas ini, Sharp Greenerator menggelar Sharp Greenerator Fest 2019, festival ramah lingkungan sekaligus wadah kolaborasi antar anak muda dan komunitas di Kota Bogor di Taman Ekspresi, Sempur, Bogor, pada akhir pekan kemarin.

Pandu Setio, PR & Brand Communication PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan Bogor dipilih menjadi basis kegiatan program Sharp Greenerator, karena kota ini merupakan daerah hulu yang menjadi penentu bagi kondisi lingkungan di daerah sekitarnya.

Mengedukasi dan mengubah gaya hidup masyarakat hulu akan berdampak besar terhadap kondisi lingkungan masyarakat hilir. Ini tantangan terberat dari misi yang diusung oleh Sharp Greenerator. Kami mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat dengan dikeluarkannya Peraturan Wali Kota ( Perwali) nomor 61 tahun 2018 mengenai pengurangan sampah plastik. Jadi program yang kami usung bisa bersinergi dengan program pemerintah daerah,” ujarnya dalam rilis.

Pada kesempatan tersebut digelar workshop dan pameran komunitas yang melibatkan mitra Sharp Greenerator yaitu Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Yayasan Terangi (Terumbu Karang Indonesia) dan Trashi (Transformasi Hijau). Ada pula komunitas lain yang bergerak di bidang lingkungan seperti Trash Hero, Bogor Osoji Club dan Wabe Project yang menyiapkan beragam informasi menarik seputar gerakan dan program yang dijalankan oleh masing-masing komunitas.

Para pengunjung dapat terjun langsung mengolah sampah plastik menjadi barang bermanfaat melalui dua workshop yang digelar oleh Kertabumi Klinik Sampah. Pengunjung dapat memilih antara workshop ecobrick yang akan diolah menjadi sofa dan berbagai sampah plastik yang akan didaur ulang menjadi barang bermanfaat seperti tas serut dan tempat pensil. Hasil kerajinan ini akan didonasikan kepada salah satu panti asuhan di Bogor.

Semoga pengaruh yang dibawa Sharp Greenerator selama ini dapat berdampak positif bagi masyarakat Kota Bogor. Sharp Greenerator Fest 2019 menjadi bukti bahwa komunitas ini semakin mandiri dan serius dalam menangani isu lingkungan,ujar Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia.

Untuk memeriahkan acara, ditampilkan peragaan busana dan modern dance yang mengangkat tema Indonesia ramah lingkungan. Penampilan ini merupakan aksi dari murid-murid SMAN 4 Cibinong yang mengolah limbah plastik menjadi gaun dan kostum menari.

“Sharp Greenerator Fest 2019 dibuat dari anak muda dan untuk anak muda. Karena itu, kami membawa kegiatan baru seperti fashion show dan modern dance yang diminati anak muda. Antusiasme yang muncul sejak kami menyebar informasi ini sangat positif,” ungkap Prima Yulina, Presiden Sharp Greenerator terpilih.

Selama acara berlangsung, anggota dan relawan Sharp Greenerator juga memberikan edukasi lingkungan dan mengajak masyarakat Bogor untuk menukarkan sampah plastik dengan berbagai barang ramah lingkungan. Barang yang dibagikan diantaranya 500 buah kantong plastik ramah lingkungan dari singkong, 500 sedotan stainless, 500 tas belanja hingga 200 peralatan makan yang dapat dibawa ke mana saja.

Dalam Sharp Greenerator Fest 2019 juga ditampilkan musisi Indonesia yaitu Batutara Percussion yang dikenal menggunakan barang bekas rumahan sambil membawakan lagu-lagu nasional. Tampil pula Aldwin Dinata yang sukses memikat perhatian anak muda Bogor.

Acara ditutup dengan serah terima donasi hasil daur ulang sampah plastik yang dibuat para pengunjung melalui workshop bersama Kertabumi Klinik Sampah. Donasi ini mencakup 100 barang daur ulang berupa tas serut dan tempat pensil serta sofa ecobrick yang disusun dari 500 botol bekas minuman air mineral yang diisi sampah plastik. Seluruh hasil donasi diserahkan kepada Yayasan Yatim Mandiri Bogor untuk mengenalkan anak-anak dengan kreativitas sampah daur ulang.

Penulis: Natalia Trijaji