SAP Raih Penghargaan Friend of ASEAN; Berkontribusi bagi Wilayah ASEAN

SAP Raih Penghargaan Friend of ASEAN; Berkontribusi bagi Wilayah ASEAN

SAP Raih Penghargaan Friend of ASEAN; Berkontribusi bagi Wilayah ASEAN

Penghargaan kepada perusahaan non-ASEAN atas komitmen mereka dalam menumbuhkan bisnis di wilayah ASEAN

Surabaya, Kabarindo- SAP meraih penghargaan bergengsi “Friend of ASEAN” atas kontribusi sosial dan ekonomi positif perusahaan bagi kawasan Asia Tenggara.

Kategori Friend of ASEAN memberikan penghargaan kepada perusahaan non-ASEAN bagi komitmen mereka yang konsisten dan terus meningkat dalam menumbuhkan bisnis di wilayah ASEAN.

Claus Andresen, President & Managing Director SAP Southeast Asia, mengatakan penghargaan tersebut merupakan dorongan bagi perusahaannya untuk berbuat lebih banyak guna membantu perusahaan dan komunitas menjadi lebih sukses.

SAP merambah Asia Tenggara pada 1989 dengan kantor pusat di Singapura dan 16 karyawan. Kini SAP telah mengembangkan bisnisnya hingga 11 kantor pusat di 7 negara anggota ASEAN dengan lebih dari 3.800 karyawan di Asia Tenggara. Mengedepankan orang-orang sebagai sumber inovasi dan kesuksesan berkelanjutan, SAP terus berinvestasi dalam pengembangan karyawan dan telah diakui sebagai perusahaan pilihan melalui berbagai penghargaan yang diterima di Asia Tenggara dari Aon Hewitt, Great Place to Work dan Top Employer.

Inovasi SAP membantu lebih dari 10.000 pelanggan di ASEAN bekerja dengan lebih efisien dan menggunakan wawasan bisnis secara lebih efektif. SAP membantu perusahaan menyederhanakan proses bisnis, memberi mereka kemampuan untuk menggunakan data real-time untuk memprediksi tren pelanggan di seluruh usaha mereka dan mendukung 91 dari 100 perusahaan top ASEAN pelanggan mereka. SAP bertekad untuk mendukung setiap pelanggan di ASEAN menjadi bisnis yang dikelola dengan lebih baik.

“SAP telah membantu pelanggan di kawasan Asia Tenggara beroperasi lebih baik dengan inovasi perangkat lunak kami selama hampir 30 tahun. Dengan ekspansi yang berkelanjutan, kami berfokus untuk membantu lebih banyak perusahaan melompati kesenjangan teknologi untuk sukses dalam revolusi industri keempat. Kami mewujudkannya dengan mengaplikasikan praktik-praktik terbaik dari pengalaman global kami menangani 25 industri, bersama dengan teknologi terkemuka seperti Blockchain, IoT, Machine Learning dan Analytics, seraya membangun kapasitas mitra lokal untuk melayani pelanggan kami dengan lebih baik,” kata Claus.

SAP percaya, sektor swasta berperan penting mendorong inovasi dan membangun lingkungan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Strategi investasi sosial perusahaan didasarkan pada visi untuk membantu dunia berjalan lebih baik dan meningkatkan kehidupan masyarakat dengan fokus khusus untuk memastikan bahwa semua orang dapat berpartisipasi dan merasakan manfaat yang nyata dari ekonomi digital.

SAP Corporate Social Responsibility (CSR) mendorong dan mendukung kegiatan sukarela karyawan sepanjang tahun untuk menciptakan perubahan sosial yang positif di komunitas perusahaan di seluruh Asia Tenggara. Salah satu inisiatif utama adalah Social Sabbatical, portofolio dari tugas sukarela di mana tim karyawan yang beragam menyumbangkan ketrampilan dan keahlian bisnis mereka untuk mewujudkan dampak sosial dengan menyelesaikan tantangan bisnis konkrit untuk perusahaan nirlaba dan sosial. Sejak 2015, 111 karyawan SAP telah menyediakan tenaga sukarelawan berbasis ketrampilan mereka dengan total lebih dari 27.000 jam, yang diperkirakan mencapai nilai hampir 1,5 juta Euro untuk mendukung 40 perusahaan sosial di kawasan Asia Tenggara.

“Dalam melayani misi CSR, memberdayakan peluang melalui inklusi digital, SAP berkolaborasi dengan ASEAN Foundation untuk membentuk program ASEAN Data Science Explorers (ASEAN DSE) pada 2017. Sejak itu, ASEAN DSE telah melatih hampir 5.000 tenaga pendidik dan anak muda mengenai SAP Analytics Cloud di 10 negara anggota ASEAN,” kata Eugene Ho, Head of Corporate Affairs SAP Southeast Asia.

Ia menambahkan, selain pelatihan, kompetisi data analytics meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap komunitas ASEAN di tengah-tengah kaum muda dan mendorong mereka untuk memainkan peran kunci dalam mengatasi masalah sosial di wilayah ASEAN dan membantu menciptakan perubahan positif untuk masa depan yang lebih baik.

Penulis: Natalia Trijaji