Sambut Sumpah Pemuda; Dua Musisi Muda Berbagi Tips & Pengalaman

Sambut Sumpah Pemuda; Dua Musisi Muda Berbagi Tips & Pengalaman

Sambut Sumpah Pemuda; Dua Musisi Muda Berbagi Tips & Pengalaman

Kunto Aji dan Ronald Steven berbagi tiga tahap penting dalam proses kreatif pembuatan lagu
Surabaya, Kabarindo- Ternyata proses kreatif di balik pembuatan musik tidak melulu ditentukan dari peralatan yang canggih, namun proses mencari inspirasi yang terjadi di balik karya tersebut.

Shopee telah menghadirkan dua musisi yang berperan aktif membangun industri musik tanah air di acara BincangShopee edisi Sumpah Pemuda bertema Inspirasi Nada, Karya Pemuda. Kunto Aji, penyanyi dan penulis lagu yang baru saja merilis album kedua, dan Ronald Steven, music director perhelatan Asian Games 2018 kemarin.

“Di edisi spesial Sumpah Pemuda ini, kami menghadirkan dua musisi muda berprestasi untuk membagikan pengalaman mereka berkecimpung di industri musik Indonesia. Dengan hadirnya Kunto Aji dan Ronald Steven, kami berharap kegiatan ini dapat mewadahi upaya generasi penerus industri musik Indonesia untuk mendapatkan ilmu yang mereka butuhkan langsung dari para ahlinya, sehingga mereka tidak perlu ragu untuk terus berkarya,” ujar Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee.

Kunto Aji dan Ronald Steven berbagi tips dan trik seputar proses kreatif dalam pembuatan musik dan lagu guna meningkatkan kecintaan talenta muda terhadap musik Indonesia. Ada 3 tahap penting yang perlu diperhatikan dalam proses produksi sebuah lagu yaitu riset, sabar dan menikmati prosesnya serta kualitas karya menjadi tujuan utama.

Ketimbang langsung masuk ke dapur musik, Kunto Aji menekankan pentingnya upaya untuk melakukan riset setelah menentukan tema besar karya kita. Ini juga yang menyebabkan karya-karya pria kelahiran Yogyakarta ini begitu segar di telinga. Setelah menentukan isu kesehatan mental sebagai tema besar untuk album keduanya yang berjudul “Mantra Mantra”, Kunto Aji giat membaca literatur dan berkonsultasi dengan rekannya yang seorang psikolog untuk mendalami seputar isu ini. Ia bisa menyatukan 9 ‘mantra’ dengan kerangka cerita yang luar biasa.

Proses riset yang cukup lama membuat Aji terpikir untuk memasukkan frekuensi 396 Hz di salah satu ‘mantranya’ yang berjudul Rehat. Menurut penelitian Solfeggio Frequencies milik Dr. Joseph Pulio, seorang psikolog asal Amerika Serikat, frekuensi 396 Hz ini bisa mengurangi pikiran negatif dan menyehatkan mental.

Sama halnya untuk memproduksi musik. Bagi Ronald Steven, salah satu kutipan favoritnya dari Steve Jobs yang berbunyi “stay hungry, stay foolish” ini mengharuskan dirinya untuk haus akan ilmu serta update seputar teknologi dan genre musik terbaru.

“Mantra-Mantra” garapan Kunto Aji membutuhkan masa inkubasi selama 2 tahun. Aji memilih untuk mengikuti proses eksplorasi musik yang cukup panjang sampai akhirnya bertemu dengan kata sepakat di kepalanya, dari proses riset yang memakan waktu 6 bulan sampai akhirnya produksi. Meski sempat terbersit ketakutan bahwa orang tak bisa menangkap apa yang coba disampaikan, proses demi proses dilalui Aji sampai akhirnya melahirkan lirik-lirik yang bersifat visual, naratif dan deskriptif untuk dapat dinikmati pendengar.

Bagi yang sudah memilih menekuni musik sebagai profesi, perlu untuk terus mengingatkan diri sendiri bahwa tujuan utama dari proses pembuatan sebuah karya harus musik itu sendiri. Diakui Ronald Steven, hal ini membantunya saat dihadapkan pada kondisi di mana ia harus bersikap profesional dalam mengaransemen lagu yang tak disukai, seperti perbedaan selera dalam genre. Selain karena bisa membuat diri merasa puas, ini menjadi pengingat diri sendiri pada alasan ia memilih menekuni musik.

Penulis: Natalia Trijaji