Rumah Merah Putih; Tontonan Liburan Anak 20 Juni Mendatang

Rumah Merah Putih; Tontonan Liburan Anak 20 Juni Mendatang

Jakarta, Kabarindo- Alenia Pictures tak terasa sudah menorehkan 9 karya visual inspiratif bagi pembangunan karakter bangsa.

Masih ingat King? Kisah anak Papua Denias? Ataukah kali ini kisah heroik FareL dan sahabatnya Oscar ? Semua punya kisah dan tentu saja telah menjadi legacy tak lekang oleh masa malah selalu akan dikenang oleh siapa saja yang hidup 15 tahun terakhir inj.

Pantas saja kehadiran Kak Seto sebagai Tokoh Anak Nasional dan portofolionya yang tahun depan akan masuk tahun yang ke-50 banjir air mata, pria humble dengan potongan rambut khas tersebut termehek-mehek sambil terus memuji akting para anak Kupang.

Yah, Kak Seto dengan media ibukota baru saja menyaksikan tayangan kedua setelah kemarin di Kupang film “Rumah Merah Putih”, karya terbaru Ari Sihasale yang menceritakan tentang kehidupan anak-anak Nusa Tenggara Timur dan kecintaan mereka kepada tanah air.

Film yang disiapkan untuk tayang 20 Juni 2019 ini menampilkan anak-anak asli Nusa Tenggara Timur, dua di antaranya adalah Petrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacao.

"Sungguh mulia dan saya sangat mengapresiasi Ale dan sang isteri menyilahkan potensi anak-anak Kupang tersebut menjadi aktor cilik. Betul katanya tadi tak semua anak daerah berkesempatan sama apalagi dengan segala keterbatasan saya meleleh dan belum pernah nangis tapi saat saya menyaksikannya langsung saya suka dan luarbiasa....Terima kasih Alenia beri pengalaman berharga bagi pembentukan karakternya kelak dikemudian hari pasti ada yang menjadi pemimpin bangsa ini, " papar Kak Seto selaku Pembina Koalisi Anak Madani Indonesia yang disingkat KAMI.

Bintang lainnya adalah Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafwa Umm, Abdurrahman Arif, dan debutan Dicky Tatipikalawan. 

Film “Rumah Merah Putih” yang didukung oleh Bank N'l'l' disutradarai dan diproduseri oleh Ari Sihasale, dan executive producer Nia Zulkarnaen.

Penulisan skenario oleh Jeremias Nyangoen yang menulis berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Syuting dilakukan di Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara, dengan anak-anak kecil yang diperankan oleh anak asli Nusa Tenggara Timur. 

Sebelum diputar di Jakarta pada 17 Juni 2019.1“llm "Rumah Merah Putih” mengadakan Gala Premiere di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Berlangsung pada Sabtu, 15 Juni di Lippo Plaza Kupang acara ini menjadi spesial karena Kupang menjadi kota pertama yang meuuniun lum Rumah Merah Putih". Sekitar seribu penonton menghadiri pemutaran film dan meet and greet bersama cast dan filmmakers. 

Viktor Bungtilu Laiskodat (Gubernur Nusa Tenggara Timur) menyampaikan. “Saya ucapkan terima kasih kepada Ale dan Nia yang luar biasa telah menginisiasi untuk melakukan produksi sebuah mm kebangsaan di saat sebagian anak bangsa berpikir menolak Pancasila sebagai ideologi. Saya merasa bangga dan akan mendukung terus film 'Rumah Merah Putih' sebagai alat pemersatu keberagaman.” 

Film juga diperkaya oleh soundtrack yang dinyanyikan oleh Amora Lemos anak dan Krisdayanti dan Raul Lemos yang memulai karier menyanyi melalw lagu 'Sahabat Tersayang" ciptaan Elfa Secioria dan Vera Syl.

Ia unjuk live dengan minus one dan mengundang decak kagum Kak Seto.

Melalui film “Rumah Merah Putlh" Amora melakukan debut menyanyi dari usia bella. Malahan di usia yang 7 tahun, Amora bahkan berusia 2 tahun lebih muda dari saat Krisdayanti mulai karier menyanyl 

Film yang akan tayang tanggal 20 Juni 2019 ini juga akan memperllhatkan kematangan acting Pevnta Pearce yang dikenalkan potensinya sejak 13 tahun lalu oleh Alenia PlCtuleS dalam film "Denias“.

Pevita berperan sebagai Maria Lopez. OfflCla| trailer fIIm Rumah Merah Putih" sudah dapat disaksikan di YouTube Alenia Pictures. 

Sinopsis Singkat;

Film Rumah Merah Putih berkisah tentang Farel Amaral dan Oscar Lopez tinggal di perbatasan NTT Timor Leste. Meskipun hidup dengan kesederhanaan, rasa cinta mereka terhadap tanah air sangatlah dalam.

Kisah berawal dari satu minggu menjelang perayaan 17 Agustus ketika empat sekawan Farel dan Oscar beserta Anton dan David mereka akan mengikuti Iomba panjat pinang yang meriah.

Namun bukannya bersatu mereka berdebat hadiah mana yang harus diambil duluan. Mereka gagal dan kemudian menyalahkan satu sama lain.

Masalah makin rumit ketika dua kaleng cat merah putih milik Farel hilang entah kemana. 

Takut dimarahi ayahnya. Farel. Oscar dan teman-temannya berupaya mengumpulkan uang untuk membeli cat pengganti yang hilang.

Namun tidak cukup itu saja masalah mereka, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa stok cat merah putih sudah habis karena perayaan 17 Agustus sudah semakin dekat. Pen'alanan Farel, Oscar dan teman-temannya untuk merayakan hari kemerdekaan indonesia 17 Agustus menjadi cerita utama film. 

Film ini menandai kembalinya Alenia Pictures setelah lima tahun lalu membuat film Seputih Cinta Melati.

Menurut Nia Sihasale Zulkarnaen, “Sekarang waktunya pas. Film Alenia dibuat untuk semua umur. Paling cocok kalau ditayangkan selama liburan. 5 tahun belakangan jadwal liburan selalu bersamaan dengan bulan Ramadhan, maka kami menunda dulu. Karena Ramadhan orang pasti lebih fokus beribadah daripada ke bioskop. Setelah lebaran tahun lalu. kami memutuskan mulai bergerak lagi.

Dari bulan Agustus sudah mempersiapkan prcduksi dengan cerita yang sebetu!nya sudah kami punya sejak empat tahun lalu.“ 

Rencananya film ini akan menjadi awal “trilogi perbatasan” yang nantinya juga akan menvisualkan suka duka dari Entikong sampai perbatasan Papua.

Awesome......!