Reuni Z Tayang 12 April: Besutan Monty Tiwa

Reuni Z Tayang 12 April: Besutan Monty Tiwa

XXI Epicentrum, Rasuna Said,  Jakarta, KABARINDO-Portal- Ada dua fase dalam kehidupan manusia yang paling berkesan. Masa belia tanpa dosa yang begitu dimanja oleh ayah bunda dan masa remaja ketika hati bergetar galau mulai mengenal perasaan   yang berbeda terhadap lawan jenis.

Orang bilang, masa-masa remaja di bangku SMA adalah fase paling indah yang bertengger abadi dalam bingkai memori. Bagaimana tidak, ketika cinta pertama datang, segala inovasi dan eksistensi dikerahkan untuk memenangkan hati sang lawan jenis yang ditaksir.

Namun, cerita indah cinta pertama di SMA kebanyakan berakhir tak berjodoh. Maklumlah, namanya juga cinta yang belum memiliki prospek untuk segera berumah tangga dan minim tanggung jawab. 

Sagala kisah dan persahabatan yang terajut indah dalam bingkai SMA itu, biasanya akan diulang melalui acara kumpul-kumpul selepas SMA, yang dikenal dengan sebutan REUNI.

Bukan hanya kisah indah masa SMA yang bisa diangkat ke layar lebar, acara REUNI yang cukup singkat bukan tidak mungkin masuk jajaran BOX OFFICE bila difilmkan. 

Tantangan berat untuk mengangkat acara REUNI menjadi BOX OFFICE dijalani oleh sineas Soleh Solihun. REUNI Z adalah film layar lebar kedua yang dibesutnya.

Membesut REUNI Z tidak semudah yang dibayangkan. Cukup rumit untuk menampilkan banyak zombie dalam karakter yang berbeda. Sebab, film horor yang diracik bergenre komedi ini memang menceritakan acara reuni SMA yang mendapatkan serangan zombie.

Meski dibalut komedi, Soleh Solihun memilih menampilkan image zombie yang menakutkan.

"Zombienya tetep dibikin horor tidak akan melucu. Karena saya tidak mau menghilangkan sifat dasar zombie yang menakutkan. Jadi kredibilitas zombie di film Reuni Z tetap terjaga sebagai makhluk yang menyeramkan," kata Soleh Solihun ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/3).

Menurut komika tersebut, Zombie yang dihadirkan dalam film Reuni Z tidak hanya satu, tapi banyak. Sebab, dia mengaku butuh tim solid untuk mendandani para zombie selama syuting.

"Untungnya kami dibantu team make up profesional yang tahu segala macam soal zombie, jadi lebih mudah saat syutingnya" ucap Soleh Solihun.

Tantangan yang dialami Soleh Solihun saat syuting Reuni Z tidak hanya dalam urusan menghadirkan zombie. Dia juga merasa tertantang saat harus melakukan pengambilan gambar yang melibatkan ratusan orang.

"Yang paling susah itu saat adegan yang melibatkan 150 pemain ekstra, soalnya harus pas ekspresinya semua. Jangan sampai ada satu yang aneh jadi ngga bagus," ceritanya.

Reuni Z merupakan proyek terbaru Soleh Solihun. Sama seperti film Mau Jadi Apa?, Soleh juga menyandang beberapa tugas. Mulai dari penulis skenario, sutradara, hingga pemain.

Soleh Solihun mengatakan bahwa Reuni Z adalah film horor komedi yang menyenangkan. Dalam penulisan skenario dia dibantu rekannya, Agasyah Karim dan Khalid Kashogi. Sementara pada bangku sutradara, mantan wartawan musik itu kembali berkolaborasi bersama Monty Tiwa.

Selain Soleh Solihun, film Reuni Z juga dibintangi Tora Sudiro, Ayushita, Dinda Kanya Dewi, Hengky Solaiman, Verdi Solaiman, Surya Saputra, Cassandra Lee dan lainya. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 April 2018 mendatang

 komedi disutradarai oleh Monty Tiwa dan Soleh Solihun. Film garapan produksi Rapi Films ini skenarionya pun ditulis oleh Soleh Solihun dibantu Agasyah Karim dan Khalid Kashogi. Rencananya film ini akan dirilis pada 12 April 2018.

Film Reuni Z fokus cerita tentang reunia SMA Zenith yang biasa disebut SMA Z, acara meriah temu kangen tersebut berubah menjadi kemeriahan reuni para zombie.

Adapun para pemain yang tampil dalam film Reuni Z di antaranya Tora Sudiro, Soleh Solihun, Ayushita Nugraha, Dinda Kanya Dewi, Fanny Fabriana, Surya Saputra, Verdi Solaiman.

Sinopsis Film Reuni Z

Film ‘Reuni Z’ ceritanya tentang reuni SMA Zenith atau biasa disingkat SMA Z, berlangsung meriah. Di antara para alumni yang hadir ada Juhana (Soleh Solihun), seorang aktor spesialis film murahan. Ada pula Jeffri (Tora Sudiro) dan istrinya Lulu (Ayushita) yang sedang mengalami krisis paruh baya. Ada juga sosok perempuan cantik misterius bernama Marina (Dinda Kanya Dewi) yang mengaku seangkatan namun tak dikenali oleh siappun.

20 tahun lalu, hubungan mereka sempat renggang. Rasa canggung masih terasa ketika mereka bertemu kembali.

Kemeriahan acara reuni berantakan ketika para cheerleader yang tampil mengisi acara berubah menjadi zombie dan menyerang para alumni. Kini Jeffri, Juhana, Lulu dan Marina harus berjuang untuk survive. Reuni yang seharusnya untuk melepas kangen kini berubah jadi waktunya untuk teman makan teman.