Preman Pensiun Tayang 17 Januari; Sarat Kenangan Manis

Preman Pensiun Tayang 17 Januari; Sarat Kenangan Manis

XXI Epicentrum, Rasuna, Jakarta, Kabarindo- Masih ingat nada khas dari Bumi Parahyangan Jawa Barat sekitar 2013 dan saat itu masih diperkuat oleh Alm. Didi Petet dan disiarkan saat prime time di RCTI sampai 2015.

Kini sudah 5 tahun berlalu dan Aris Nugraha masih didapuk sebagai sutradara versi layar lebarnya.

Aris juga penulis naskah Preman Pensiun, walau sudah tiga tahun, serial Preman Pensiun tak ditayangkan lagi tapi para penggemar serial tersebut pasti sangat menantinya.

MNC Pictures mengobati rasa rindu para penggemar akan kehidupan Muslihat (Epy Kusnandar) bersama mantan anak buah nya.

Sinopsis:
Gobang (Dedi Moch ]amasari) kembali ke pasar setelah tiga tahun pulang kampung untuk membuka usaha peternakan lele. Kehadiran Gobang disambut pertanyaan rekanrekannya, seperti Uiang (M Fajar Hidyatullah), Bohim (Kris Tato) dan Dikdik (Andra Manihot). Gobang, ternyata ingin menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan adik iparnya. 

Selain seru dan menegangkannya penyelidikan tentang kematian adik ipar yang dilakukan Gobang. kisah tentang keluarga Muslihat dan Esih (Vina Ferina) pun menarik diikuti, termasuk pertemuannya kembali dengan Kinanti (Tya Arifin) anak Kang Bahar (almarhum Didi Petet). Kelucuan hubungan Dikdik dan Imas (Soraya Rasyid) serta kekompakan Pipit (Ica Naga) dan Murad (Deny Firdaus) melengkapi kisah di film Preman Pensiun. 

Berbeda dari kebanyakan film yang diproduksi MNC Pictures, Gala Premiere Film Preman Pensiun akan dirilis di dua kota, lakarta dan Bandung. Bandung dipilih sebagai kota kedua gala premier film Preman Pensiun karena memiliki nilai historis tersendiri. Sama seperti versi serial televisinya, Bandung dijadikan kota utama berlangsungnya syuting film Preman Pensiun. 

Latar belakang budaya Sunda juga menjadi pertimbangan pihak rumah produksi untuk melakukan gala premier di Bandung, Jawa Barat. 

Kisah di film Preman Pensiun dibuat lebih kompleks namun tidak meninggalkan ciri khas versi serial televisinya. Komedi satir yang dikemas dalam dialog-dialog yang ringan dan pas, masih kental disajikan di film Preman Pensiun yang bisa disaksikan keluarga lndonesia.

"Banyak kenangan manis karena serial TVnya saja jadi kenangan manis karena tiap tokoh sangat lekat di memori saya apalagi notasi angklungnya khas Sunda, saya suka filmnya apalagi mengenal aktor besar Didi Petet," ungkap salah seorang jurnalis senior yang suka disebut namanya yang ikut nonton sebelum tayang resmi 17 Januari mendatang.