Pertama Kali Terlihat; Anak Kembar Dari Spesies Orangutan Tapanuli

Pertama Kali Terlihat; Anak Kembar Dari Spesies Orangutan Tapanuli

Pertama Kali Terlihat; Anak Kembar dari Spesies Orangutan Tapanuli

Orangutan Tapanuli adalah kera besar yang paling langka dan paling terancam di dunia

Surabaya, Kabarindo- Dua staf Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) yang berbasis di pos pemantauan hutan Batang Toru di Tapanuli, Andayani Oerta G. dan Ulil Amri Silitonga, mengalami hal yang tidak akan terlupakan seumur hidup.

Mereka menemukan seekor orangutan Tapanuli betina dengan 2 bayi pada Minggu, 20 Mei 2018, ketika sedang melakukan pencarian rutin orangutan dan satwa liar lainnya, sekitar satu kilometer di sebelah barat laut pos.

Andayani, seorang sarjana kehutanan dan manajer pos pemantauan hutan SOCP, mengatakan ia baru mulai mengelola kamp beberapa bulan lalu dan sedang melakukan misi pencarian rutin. Tiba-tiba kedua staf tersebut melihat ibu orangutan Tapanuli dengan dua bayi. Si kembar tampak sangat mirip dan berukuran hampir sama, tetapi salah satunya cukup berani sementara yang lainnya tampak pemalu dan selalu ingin dekat dengan ibunya.

“Kami pertama kali melihat mereka pada pukul 14.30 sekitar 15 meter di atas pohon dan berhasil melihat sampai sekitar pukul 15.40, ketika si ibu mulai pindah dengan bayi yang menempel di setiap sisi. Akan sangat menarik jika melihat bagaimana ibu ini melahirkan si kembar,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Jumat (13/7/2018).

Kepala Unit Pemantauan Keanekaragaman Hayati SOCP, Matius Nowak, yang menghabiskan bertahun-tahun di ekosistem Batang Toru, rumah orangutan Tapanuli yang masih tersisa (dikenal sebagai Pongo Tapanuli ensis), takjub ketika dia mendengar berita tersebut.

“Saya segera memeriksa catatan untuk kelahiran kembar pada orangutan dan kera besar lainnya dan hanya menemukan satu catatan sebelumnya dari kelahiran kembar orangutan Kalimantan liar. Tidak ada orangutan Sumatera, apalagi orangutan Tapanuli! Kelahiran kembar memang terjadi pada hewan penangkaran, tetapi jika ini terjadi di alam liar, kurangnya pengamatan akan menunjukkan bahwa sangat jarang bagi kedua bayi untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Dr. Ian Singleton, Direktur SOCP yang menghabiskan bertahun-tahun mempelajari orangutan Sumatera liar juga merasa takjub dengan berita tersebut. Ia menghabiskan bertahun-tahun mempelajari orangutan di alam liar, namun tidak pernah melihat seorang ibu dengan anak kembar.

“Kita perlu mengingat bahwa orangutan Tapanuli adalah kera besar yang paling langka dan paling terancam di dunia. Namun hutan di mana hal langka ini terjadi sekarang sudah terpecah-pecah dan sedang terancam oleh proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air yang didanai Cina. Kita harus berhenti menghancurkan lebih banyak habitat orangutan dan menyambungkan kembali hutan ini secepat mungkin. Bayi kembar ini adalah harapan bahwa spesies ini dapat diselamatkan jika kita mengambil tindakan cepat,” tandasnya.

Christopher Davis, International Director of Corporate Responsibility and Campaigns The Body Shop International, menambahkan pihaknya bangga dapat ikut mendukung upaya pelestarian hutan dengan keanekaragaman hayati yang besar.

“Orangutan Tapanuli kembar yang baru ditemukan ini memberi kita semua dorongan semangat untuk terus meningkatkan kesadaran dan dukungan untuk hutan Batang Toru, sehingga spesies yang baru ditemukan ini akan berkembang. Tim kami di Indonesia bekerja dengan mitra lokal dan pemerintah untuk melakukan semua yang kami bisa untuk membuat proyek Bio-Bridges kami di sini sesukses mungkin,” ujarnya.

Aryo Widiwardhono, Chief Executive Officer The Body Shop Indonesia, mengatakan The Body Shop dan pelanggannya semakin percaya dan optimis atas upaya konservasi hutan Batang Toru melalui program bio-bridge yang dimulai sejak 2016. Ia berharap semua pihak sepakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan, karena Orangutan Tapanuli merupakan spesies yang hampir punah dan kita wajib menjaga kelangsungan hidup orangutan dan keanekaragaman hayati di hutan Batang Toru.

Penulis: Natalia Trijaji