Pentingnya Peran Orang Tua; Dampingi Anak Belajar di Rumah

Pentingnya Peran Orang Tua; Dampingi Anak Belajar di Rumah

Pentingnya Peran Orang Tua; Dampingi Anak Belajar di Rumah

Keluarga harus menjadi bagian dari sekolah

Surabaya, Kabarindo- Kondisi pandemi Covid-19 saat ini menuntut keluarga harus menjadi bagian dari sekolah. Sekolah berbagi peran dengan orang tua dan masyarakat. Orang tua wajib bersedia mendampingi anak dalam proses belajar.

Hal ini dikatakan M. Isa Ansori dari Dewan Pendidikan Jawa Timur dalam preskon bertajuk “Covid-19 Maupun Kesiapan Kita Pasca Covid-19” yang diadakan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur pada Rabu (20/5/2020) yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

“Kita tidak bisa bergantung sepenuhnya pada sekolah dan guru. Orang tua juga berperan penting dalam proses belajar,” ujarnya.

Isa melihat, dunia pendidikan di Indonesia sedang mengalami situasi yang tidak normal, namun tidak disiapkan untuk menghadapi kondisi saat ini. Guru, orang tua maupun siswa tidak siap menghadapi kegiatan belajar saat ini. Pelajaran yang biasanya diberikan di sekolah kemudian dilimpahkan ke rumah. Akhirnya kedodoran. Banyak keluhan dari orang tua maupun siswa.

Menurut Isa, pendidikan tidak harus bertatap muka. Dalam kondisi saat ini, porsi tatap muka dikurangi dengan belajar dari rumah. Jauh sebelum terjadi pendemi Corona, pemerintah melalui kurikulumnya sudah mensyaratkan pembelajaran jarak jauh melalui daring internet, namun sayangnya tidak banyak dunia pendidikan kita yang menggunakannya mulai dari pendidikan dasar, menengah sampai perguruan tinggi.

“Pada situasi seperti sekarang, dunia pendidikan suka atau tidak suka, harus menggunakan pembelajaran dalam jaringan,” ujarnya.

Isa mengatakan, kesadaran untuk memanfaatkan jaringan internet dalam proses pembelajaran sejatinya akan memudahkan proses belajar, karena bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. Terjadi peralihan dari bentuk tatap muka konvensional ke tatap muka dalam jaringan. Hal ini memaksa semua unsur pembelajaran mulai dari guru (dosen), sarana pembelajaran dan cara belajar untuk berubah semua.

Untuk itu dibutuhkan peningkatan kualitas guru dan dosen dalam penggunaan teknologi pembelajaran maupun kualitas sarana belajar. Guru dan dosen harus memahami aplikasi apa dan bagaimana melakukan proses belajar melalui online.

“Isu Corona menjadi pendorong dunia pendidikan memasuki proses belajar melalui online. Awalnya memang terasa memberatkan, tapi kita akan terbiasa,” tuturnya.

Isa mengakui, ada plus minus dari percepatan tersebut, namun yang menjadi penting bagaimana meningkatkan plusnya dan menekan dampak minusnya. Dalam pendidikan tidak bisa hanya mengacu pada hasil, proses juga penting untuk membangun karakter para pembelajar. Maka kolaborasi dunia teknologi dan guru (dosen) dalam membangun proses perubahan perilaku tak bisa dihindarkan.

Ia menekankan, pelaksanaan proses di kelas tidak bisa diabaikan. Namun frekuensiya harus diatur, karena pendidikan sikap dan karakter bisa dilakukan melalui proses di kelas.

Isa menambahkan, supaya pendidikan maju diperlukan inovasi dan pembaruan. Mengajar dengan inovasi dan pembaruan dalam pembelajaran. Mengajar tidak hanya dengan ceramah, menggunakan LKS dan penugasan. Untuk itu, desain kurikulum pendidikan di Indonesia harus diubah guna menghadapi segala situasi agar tak terjadi kegagapan dan kegaduhan.

Penulis: Natalia Trijaji