1.000 Guru SMP & SMA di Jatim; Ikuti Webinar Inovasi Lembaga Jasa Keuangan

1.000 Guru SMP & SMA di Jatim; Ikuti Webinar Inovasi Lembaga Jasa Keuangan

1.000 Guru SMP & SMA di Jatim; Ikuti Webinar Inovasi Lembaga Jasa Keuangan

Diadakan OJK Regional 4 Jawa Timur untuk menumbuh-kembangkan pemahaman pengetahuan mengenai industri keuangan dan pengelolaan keuangan yang benar dan aman

Surabaya, Kabarindo- Guru berperan penting dalam menumbuh-kembangkan pemahaman pengetahuan mengenai industri keuangan dan pengelolaan keuangan yang benar dan aman agar tidak terjebak dalam praktek lembaga keuangan ilegal.

Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur menyelenggarakan Webinar Inovasi Lembaga Jasa Keuangan bagi Guru SMP dan SMA/sederajat se-Jawa Timur.

Kegiatan ini diadakan bekerja sama dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Jatim dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim serta Komisi Nasional Pendidikan Provinsi Jatim yang dibuka oleh, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Jatim, Jumadi, mewakili Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi, menyampaikan kegiatan literasi dalam bentuk webinar tersebut dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan sebagai bagian dari upaya mendukung Peraturan Presiden RI Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) untuk mendorong pencapaian tingkat inklusi keuangan di Indonesia.

Kegiatan webinar dilakukan 3 kali pada 25 November dan 30 November 2020 serta 3 Desember 2020, yang diikuti oleh lebih dari 1.000 guru SMP dan SMA dengan materi mengenai produk dan layanan keuangan di perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal.

“Kegiatan literasi bagi para guru diselenggarakan rutin setiap tahun termasuk pada masa pandemi ini mengingat peran strategis guru, sehingga ditetapkan menjadi prioritas sasaran literasi keuangan oleh presiden,” ujar Bambang.

Webinar tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan literasi yang telah dilaksanakan pada 2020 yaitu program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan webinar series bagi lebih dari 5.000 pelajar/mahasiswa di Jatim.

Bambang menyebutkan, indeks inklusi keuangan di Jatim pada 2019 mencapai 87,96% atau telah melampaui indeks inklusi nasional yaitu 76,19%. Pemerintah menargetkan indeks inklusi keuangan nasional pada 2024 mencapai 90%.

Gubernur Jatim dalam sambutannya mengatakan, literasi keuangan bagi pelajar usia 7-18 tahun penting dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing serta diharapkan dapat memberikan daya dorong meningkatnya literasi dan inklusi keuangan di Jatim.

Gubernur minta agar kegiatan literasi keuangan bagi guru terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi motor penggerak dalam peningkatan literasi keuangan yang pada akhirnya meningkatkan inklusi keuangan di Jatim.

Penulis: Natalia Trijaji