Penjualan Crown Group Capai Rp.460 Miliar; dalam 3 Bulan Terakhir

Penjualan Crown Group Capai Rp.460 Miliar; dalam 3 Bulan Terakhir

Penjualan Crown Group Capai Rp.460 Miliar; dalam 3 Bulan Terakhir

Prospek pasar properti tahun ini cerah

Surabaya, Kabarindo- Penjualan Crown Group, pengembang terkemuka Australia, mencapai lebih dari Rp.460 miliar selama tiga bulan terakhir.

Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards, menyebutkan pada Agustus tahun lalu, Crown Group mampu menjual proyek hunian di Sydney senilai total Rp.192 miliar. Pada September dan Oktober, penjualan mencapai lebih dari Rp.110 milyar setiap bulan.

Ia optimis, pasar properti Australia akan cerah berkat fundamental pasar yang solid, suku bunga rendah dan pembangunan hunian yang lambat sementara permintaan meningkat.

“Kami memiliki keyakinan kuat dalam menghadapi 2020 yang menjanjikan bahwa pasar properti Australia terus mengalami peningkatan,” ujar Prisca.

Menurut ia, pemotongan suku bunga Reserve Bank dan dimulainya musim penjualan pada musim semi-musim panas lalu yang kuat telah membuat pembeli kembali ke dua pasar properti terbesar negara itu, Sydney dan Melbourne, serta pertumbuhan positif di Brisbane.

Prisca memaparkan, Sydney menikmati minggu lelang tersibuk kedua pada 2019 selama minggu kedua November, yang mencatat tingkat pembukaan (lelang) awal sebesar 81% dan 664 penjualan.

Antrian pembeli pada musim dingin dan stok yang terbatas juga menyebabkan lonjakan harga di dua pasar properti terbesar Australia tersebut selama Oktober, dengan nilai unit meningkat sebesar 1,85% dengan nilai median 720.658 dolar Australia di Sydney dan 2,37% dengan nilai median 558.254 dolar Australia di Melbourne.

Menurut laporan CoreLogic Home Value Index, , nilai hunian tumbuh 1,2 % secara nasional, yang terjadi selama 4 bulan berturut-turut sejak Juli 2019 dan kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2015.

Para ekonom memperkirakan, terbatasnya pasokan apartemen baru, yang ditunjukkan oleh penurunan 20% dalam persetujuan pembangunan apartemen pada Juli, dikombinasikan dengan rekor suku bunga rendah, dapat memicu rebound yang cepat untuk harga hunian dalam beberapa bulan mendatang.

Nilai apartemen di Sydney diprediksi meningkat rata-rata 7,9% pada 2020 dan meningkat 8,4% pada 20121. Laporan yang dibuat oleh CoreLogic-Moodys juga memperkirakan pertumbuhan sebesar 7% pada 2020 diikuti peningkatan 7,8% pada 2021 untuk Melbourne. Laporan ini juga sesuai dengan perkiraan HSBC, pertumbuhan harga hunian sebesar satu digit pada 2020 untuk Sydney dan Melbourne. Commonwealth Bank of Australia juga memperkirakan penurunan suku bunga deposito sebesar 0,5% pada Maret 2020. Sementara tingkat hunian sewa di Sydney diprediksi di bawah 3%.

Sydney perlu mendorong kegiatan pembangunan hunian mendekati 35.000 unit untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk, sementara tingkat pembangunan saat ini masih berkisar di angka 25.000 unit.

Commonwealth Bank of Australia menjelaskan beberapa kunci utama dalam cerahnya prospek tahun ini. Yaitu kondisi perekonomian dan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang positif, tingginya pengeluaran pemerintah Sydney dalam hal infrastruktur transportasi yang mencapai Rp. 460 triliun, semakin menurunnya hutang usaha dan kembalinya kepercayaan di sektor pasar hunian.

Penulis: Natalia Trijaji