Nikmati Steamboat & Ayam Herbal di Golden Tulip Legacy Surabaya; Segar, Gurih dan Renyah

Nikmati Steamboat & Ayam Herbal di Golden Tulip Legacy Surabaya; Segar, Gurih dan Renyah

Nikmati Steamboat & Ayam Herbal di Golden Tulip Legacy Surabaya; Segar, Gurih dan Renyah

Ayam Herbal cocok disantap dengan nasi goreng nanas

Surabaya, Kabarindo- Steamboat merupakan sajian yang sudah biasa disantap masyarakat Indonesia dan disukai banyak orang.

Golden Tulip Legacy Surabaya menyajikan menu tersebut kepada para tamu di restonya Grand Ocean dengan mengusung tema Chinese Culinary. Steamboat merupakan perpaduan masakan ala Thailand dan Cina hasil olahan Executive Chef Rahmat.

“Kami ingin memperkenalkan steamboat kepada tamu untuk merasakan perpaduan rasa masakan ala Thailand dan Cina tersebut. Steamboat tersedia sebagai menu dinner setiap Rabu. Tamu bisa menikmati bersama keluarga, sahabat atau teman-teman kerja,” ujar Maya, Marketing Communicationm Golden Tulip Legacy Surabaya.

Chef Rahmat menjelaskan, Steamboat menggunakan bermacam sayuran, mie dan daging sebagai bahan olahan yang direbus menjadi satu dengan bumbu spesial. Untuk sayuran ada jamur seperti caisim, jamur shimeji, straw mushroom, juga brokoli, sawi daging, selada wangi, pocay dan sawi putih.

Untuk bahan dari daging, ada wanton ayam dan udang, daging paha ayam, daging sapi tenderloin. Sedangkan bahan dari seafood seperti daging ikan dori, crab stick, udang, cumi-cumi dan tofu Jepang. Selain itu ada aneka jenis bakso yaitu bakso cumi, bakso ikan, bakso sapi dan bakso udang.

Untuk bumbu, steamboat menggunakan bumbu pelengkap saos taupan, saos XO, saos Malaysia dan bawang putih cincang. Saos XO terbuat dari teri, ebi, bawang putih, cabe keriting dan gula. Semua bahan dan bumbu dimasak menjadi satu. Hmm...segar dan sedap.

“Tamu bisa memilih untuk menyantap steamboat dengan kuah ayam atau tom yam. Tinggal pilih sesuai selera,” ujar Chef Rachmat.

Selain Steamboat, ia juga menyajikan Ayam Herbal yang gurih dan renyah. Ia mengatakan, membuat menu ini mudah saja. Bumbunya bawang putih goreng, bawang merah, cabe kering, saos taupan, chicken powder, chili oil dan chili powder.

Ayamnya bisa disajikan dengan tulang atau tanpa tulang, digoreng dengan tepung maizena. Menurut Chef Rachmat, ayam tanpa tulang lebih disukai tamu. Jadi banyak dipesan, karena praktis dimakan, bumbunya lebih meresap, sehingga rasanya lebih enak.

“Minyaknya jangan terlalu banyak supaya ayamnya herbalnya tidak terlalu berminyak,” ujar Chef Rachmat.

Ia menambahkan, menu Ayam Herbal cocok disantap dengan nasi goreng nanas yang segar dan gurih. Rasa segar didapat dari potongan-potongan nanas sebesar dadu. Juga ada campuran sayuran berupa irisan buncis. Jadi komplit.

Penulis: Natalia Trijaji