Miliki Tubuh Sehat & Ideal; dengan Body Contouring 4.0

Miliki Tubuh Sehat & Ideal; dengan Body Contouring 4.0

Miliki Tubuh Sehat & Ideal; dengan Body Contouring 4.0

Ditawarkan Puraforma Clinic, ada 4 fase

Surabaya, Kabarindo- Memiliki tubuh sehat dan ideal menjadi idaman semua orang, khususnya wanita. Untuk mewujudkannya dibutuhkan usaha yang serius, disiplin dan bantuan teknologi.

Menurut Managing Director Puraforma Clinic, dr. Fanny Imannuddin M.Biomed (AAM), tubuh sehat dengan bentuk yang ideal tidak dapat diperoleh secara instan. Diperlukan kombinasi antara pendekatan eksternal-internal yang personal dan tepat, fundamental, integratif serta menyeluruh. Hal ini juga harus disertai komitmen perubahan gaya hidup yang kontinyu.

Untuk itu, Puraforma Clinic menghadirkan konsep Body Contouring 4.0 for Millenial Transformation. dr. Fanny menjelaskan, pada era 1.0 , hanya pola makan yang diubah untuk menurunkan berat badan, mulai dari mengurangi karbohidrat, diet ini itu yang membuat kita tersiksa. Kemudian era 2.0 dibarengi dengan olahraga berjam-jam di studio gym untuk menurunkan berat badan dan berfokus hanya pada pembentukan tubuh dari luar tanpa memperhatikan nutrisi seimbangnya.

Masuk ke era 3.0, digunakan obat-obatan pelangsing ataupun operasi pengurangan lemak (liposuction) untuk memperbaiki bentuk tubuh secara instan dan menurunkan berat badan secara drastis tanpa memperhatikan kesehatan yang akhirnya timbul efek samping bahkan sampai ada yang meninggal.

Berbeda dengan program Body Contouring 4.0 yang merupakan program terintegrasi dengan mengedepankan hasil yang signifikan dan permanen untuk memperbaiki bentuk tubuh menjadi ideal dan sehat, sehingga kinerja tubuh menjadi optimal.

“Ini dimulai dari pola makan yang seimbang, peningkatan metabolisme tubuh, olahraga dan supplementasi yang optimal serta bantuan dari teknologi canggih membuat hasil terapi mampu bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya dalam healthy talk pada Selasa (14/5/2019).

dr. Fanny memaparkan, Body Contouring 4.0 memiliki 4 fase. Fase I perubahan pola makan menjadi lebih sehat, fase II nutrition therapy, intravenous therapy, fase III lipolisis hot sculpt machine atau total body contouring dan fase IV yaitu virtual gym as functional passive exercise.

Fase I perubahan pola makan menjadi lebih sehat yaitu Pegan Diet dengan mengombinasikan pola makan Paleo dan Vegan. Paleo yaitu diet manusia gua zaman prasejarah paleolitikum dengan cara mengonsumsi makanan alami dan mengurangi makanan olahan yang diproduksi dengan pengolahan khusus seperti bakso, siomay, nugget.

“Makanan yang diutamakan yaitu protein hewani, nabati, biji-bijian alami dan lemak baik yang dapat meningkatkan metabolisme. Prinsipnya ini tidak memerlukan penghitungan kalori,” ujar dr. Fanny.

Manfaat diet Paleo ini menurunkan penyakit hipertensi, diabetes dan menurunkan berat badan dari makanan yang mengandung pengganti gula seperti beras hitam dan buah. Menurut dr Mark Hyman, ahli nutrisi dari AS, diet Paleo ini jauh lebih sehat dibandingkan diet-diet yang sedang marak saat ini.

Sedangkan Vegan adalah diet yang hanya mengonsumsi makanan yang ditanam seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji- bijian. Juga menghindari 6P yaitu pemanis, perasa, pemutih, pengembang, pewarna dan pengawet. Diet Vegan mampu menurunkan resiko penyakit kanker dan jantung

Fase II adalah Nutrition Therapy, Intravenous Therapy yaitu pemberian nutrisi lengkap mengandung asam amino, vitamin dan anti oksidan yang dibutuhkan tubuh melalui infus agar dapat diserap maksimal oleh tubuh. Terdiri dari Slim Bikini Infusion, Muscle Enhancer dan Energy Booster Infusion.

Fase III adalah Lipolisis Hot Sculpt Machine atau Total Body Contouring yang mampu membuat tubuh terlihat ramping tanpa melalui proses bedah dan hasilnya semi permanen. Treatment ini dapat menghilangkan lemak subkutan di area tertentu pada tubuh seperti daerah perut, lengan, paha dan betis tanpa operasi dan tanpa nyeri. Sel lemak akan hancur secara permanen sekitar 25% dan tidak beregenerasi kembali.

dr. Nessia Putri menjelaskan dengan alat ini dapat menyingkirkan lemak membandel yang tidak bisa dihancurkan hanya dengan diet dan olahraga. Cukup 25 menit saja, pasien akan merasakan sensasi hangat dan kesemutan yang sangat kecil. Tidak perlu masa pemulihan setelah menjalani treatment. Pasien bisa segera beraktivitas kembali. Hasilnya bisa dirasakan sejak pertama kali perawatan dan 6 minggu setelah perawatan, tubuh akan mulai mengevakuasi sel lemak yang hancur. Hasil optimal akan terlihat setelah 12 minggu.

Efek samping yang mungkin timbul adalah nyeri pada saat treatment di area yang ditarget dan munculnya bengkak pasca treatment yang umumnya menghilang setelah 2-3 hari. Nyeri tersebut akibat meningkatnya suhu jaringan lemak karena terpapar oleh sinar laser, namun bisa diminimalisir oleh sistem pendinginan pada aplikator laser yang kontak dengan kulit.

“Treatment menggunakan laser lipolisis ini memberikan hasil yang permanen selama pasien tidak mengalami peningkatan berat badan yang signifikan, 10% dari berat badan awal sebab jaringan lemak yang ditarget mengalami kematian dan bukan hanya mengecil ukurannya,” papar dr. Nessia.

Pengurangan lemak mampu mencapai rata-rata 25% pada bagian yang diterapi setelah 1-2 bulan. Lemak di area target akan menghilang secara bertahap dan lekuk tubuh menjadi ideal.

Fase IV adalah Virtual Gym as Functional Passive Exercise. Tujuan berolahraga adalah meningkatkan kapasitas metabolisme tubuh, fungsi organ, menstabilkan hormon dan membentuk tubuh. Ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu olahraga aktif dan pasif melalui virtual gym.

Untuk orang-orang dengan kondisi obesitas maupun yang sulit memiliki waktu untuk berolahraga, jenis olahraga pasif ini bisa menjadi pilihan. Selain untuk membentuk tubuh, juga meningkatkan kapasitas metabolisme tubuh, detoksifikasi, menstabilkan hormon dan memberi vitalitas energi pada tubuh, sehingga tahan terhadap penyakit. Ini bisa dilakukan sebagai jumpstart sebelum melakukan olahraga aktif, karena mengurangi resiko cedera.

Virtual Gym ini seperti melakukan olahraga reguler selama sebulan di gym biasa, karena sistem neuromuscular stimulator yang menghantarkan signal selama 50 menit akan memberikan efek seperti kita melakukan gerakan sit up dan squat sebanyak kurang lebih 300 kali.

Penulis: Natalia Trijaji