Midtown Hotel Surabaya; Sajikan Bebek Keputran & Ketupat Galak Gampil

Midtown Hotel Surabaya; Sajikan Bebek Keputran & Ketupat Galak Gampil

Midtown Hotel Surabaya; Sajikan Bebek Keputran & Ketupat Galak Gampil

Dua menu tradisional yang spesial

Surabaya, Kabarindo- Sajian Lebaran identik dengan ketupat yang biasanya ada di meja untuk dinikmati bersama keluarga besar maupun para tamu yang berkunjung. Meskipun Lebaran telah berlalu, namun sah-sah saja untuk menikmati hidangan berbahan ketupat pada bulan Syawal ini.

Midtown Hotel Surabaya menawarkan dua menu berbahan ketupat maupun disantap dengan ketupat hasil kreasi Executive Chef Heru Atmadji beserta Food & Beverage Team. Para tamu bisa menikmatinya di Townhall Restaurant.

Chef Heru mengatakan, sebagai hotel yang mengusung moto “Your Local Discovery”, Midtown selalu berupaya menyuguhkan menu-menu baru yang lezat dan memiliki ciri khas, agar para tamu mendapat pengalaman baru dan merasa puas.

“Kami selalu menyajikan makanan yang memadukan unsur tradisional agar tamu bisa mencicipi makanan daerah di sini,” ujarnya.

Kali ini Midtown menawarkan Bebek Keputran. Keputran adalah nama salah satu kawasan yang legendaris di Surabaya dan berada di tengah kota. Di sini juga terdapat pasar tradisional Keputran yang ramai sejak dulu. Kawasan ini dikenal memiliki banyak makanan tradisional, salah satunya bebek. Townhall Restaurant menyajikan bebek khas Keputran yang dilengkapi dengan ketupat, telur bumbu kuning, urap-urap, orem-orem tahu tempe dan rempeyek kacang. Hmm...sedapnya.

Selain Bebek Keputran, menu spesial lainnya adalah Ketupat Galak Gampil yang juga merupakan warisan Nusantara. Chef Heru menuturkan, menu ini menggambarkan tentang kasih ibu atau nenek kepada anak cucu mereka. Pada saat Lebaran, si ibu atau nenek memberikan bingkisan kepada anak cucu mereka, kemudian makan bersama dengan menu Ketupat Galak Gampil. Hidangan ini membuat hubungan makin erat dan suasana makin hangat.

“Menu ini menjadi spesial karena terdiri dari ketupat, sate tahu tempe, telur bumbu rujak, sambal goreng kikil, lodeh manisa dengan udang dan kerupuk kampung. Komplit dan enak,” ujar Chef Heru.

Penulis: Natalia Trijaji