Mastery by Crown Group; Kolaborasi Indonesia, Jepang dan Australia

Mastery by Crown Group; Kolaborasi Indonesia, Jepang dan Australia

Mastery by Crown Group; Kolaborasi Indonesia, Jepang dan Australia

Padukan visi Iwan Sunito CEO Crown Group, arsitek terkenal Kengo Kuma dan Koichi Takada

Surabaya, Kabarindo- Pengembang properti Australia, Crown Group, mengumumkan proyek terbarunya, Mastery by Crown Group yang memadukan visi tiga tokoh industri yaitu Iwan Sunito Komisaris dan CEO Crown Group, Kengo Kuma arsitek Jepang terkenal dan Koichi Takada arsitek pemenang penghargaan yang berbasis di Sydney.

“Sebuah kehormatan yang istimewa bisa membuat Kengo Kuma dan Koichi Takada berkolaborasi untuk proyek tersebut. Kengo Kuma dan Koichi Takada memiliki etos dan gaya unik masing-masing. Kolaborasi keduanya akan mengarah pada sesuatu yang baru dan unik untuk Sydney,” kata Iwan.

Kuma belajar di Universitas Columbia, New York City, dan masuk dalam Dezeen Hot List tahun lalu. Ia mendirikan Kengo Kuma and Associates, Inc. di negara asalnya, Jepang, pada 1990. Tahun lalu perusahaan ini merambah Australia dengan merancang The Darling Exchange, sebuah gedung publik dengan enam lantai di Darling Harbour, disusul sebuah hotel 25 lantai di Sydney’s Circular Quay.

Iwan mengatakan, visinya untuk Mastery by Crown Group adalah menciptakan komunitas yang dinamis dan beragam di pinggiran kota Sydney.

“Melalui Mastery by Crown Group, kami menciptakan pusat kota baru, komunitas yang unik di mana orang dapat bertemu, terhubung, belajar, bersantai dan bermain bersama, menikmati kehidupan komunitas yang berwarna di daerah pinggiran kota yang sedang berkembang,” kata Iwan.

Terletak di 48 O’Dea Avenue Waterloo, Mastery by Crown Group akan terdiri dari 384 unit apartemen mewah, fasilitas bergaya resor termasuk kolam renang tanpa batas yang terletak di atap, ruang olahraga dan ruang komunitas serta area ritel di lantai dasar yang terdiri dari restoran, kafe dan pertokoan.

Menara apartemen bergaya hutan vertikal di jantung Mastery by Crown Group akan menjadi proyek hunian pertama oleh Kengo Kuma and Associates di Australia.

“Tujuan kami adalah untuk memberikan suasana yang hangat dan alami kepada masyarakat dengan strategi desain yang unik. Bagian puncak menara bertransformasi dengan mulus hingga bagian teras bawah, menciptakan keintiman antara skala bangunan dan trotoar pejalan kaki. Atap yang membungkus façade ditutupi oleh batangan kayu yang memberi kesan hangat pada area façade. Seluruh façade menjadi hutan kota vertikal yang memiliki vegetasi di seluruh atap. Pendekatan ini menciptakan kesan lembut pada profil bangunan dan memberikan citra baru bagi Mastery by Crown Group di wilayah Waterloo,” kata Kuma.

Takada akan merancang tiga dari lima menara Mastery by Crown Group. Takada memulai karirnya di Tokyo dan pindah ke Sydney pada 1997. Perusahaannya, Koichi Takada Architects, telah memenangkan banyak penghargaan untuk desain hunian, ritel dan hotel.

“Saya menggambar berdasar ide tentang ‘kemewahan hijau’ yang mencari inspirasi dari alam. Setiap bangunan dirancang dengan sentuhan manusia untuk mengekspresikan karakter arsitektur yang organik dan berbeda,” ujarnya.

Mastery by Crown Group terletak di area revitalisasi Green Square di Sydney, sekitar 5 km dari CBD Sydney, 3 km dari University of New South Wales dan 7 km dari Bandara Sydney. Dengan lebih dari 40.000 pekerjaan yang diharapkan akan tercipta di kawasan Green Square pada 2030, proyek hunian ini akan menjadi rumah bagi ratusan penduduk Waterloo ketika selesai pada 2021. Crown Group akan menerima tanda minat mulai 10 September sedangkan penjualan unit apartemen akan dimulai pada November.

“Visi Crown Group untuk Waterloo akan terus mendorong pemberdayaan lingkungan yang sebelumnya adalah kawasan pergudangan, menjadi lingkungan hijau yang ‘organik’ dan sehat,” kata Takada.

Penulis: Natalia Trijaji