Lampor Keranda Terbang; Tayang 31 Oktober 2019

Lampor Keranda Terbang; Tayang 31 Oktober 2019

LAMPOR Keranda Terbang 

XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta, Kabarindo- Disebutkan bahwa ini adalah Drama Horor dari Peristiwa Nyata yang Tidak Sekedar Horor!

Chand Parwez Servia selalu mengajak media untuk berempati bahwa ada banyak cerita horor diangkat jadi film yang sukses, tapi ada juga yang gagal.

Menurutnya kegagalannya karena eksekusi kurang mumpuni, juga akar cerita yang mengada-ada.  Bagi saya, film adalah fenomena sosial atau true events, sebuah peristiwa yang bisa terjadi kepada siapa saja (:penonton). 

"Ketika Mas Guntur Soeharjanto cerita tentang LAMPOR, dengan begitu banyak korbannya, dari anggota keluarga yang hilang, mati, ada yang kembali tapi gila, sakit atau trauma berkepanjangan. Menurut saya, ini sangat menarik dan faktual. Berangkat dari pengalaman masa kecil Mas Guntur dan dilengkapi riset, akhirnya Mas Alim Sudio menuliskan cerita horor yang bukan sekedar horor ini. Karena keluarga korban LAMPOR cenderung merahasiakan nestapa mereka, dan ini sangat berat secara psikologis," celetuknya lugas.

LAMPOR Keranda Terbang sebagai drama horor membutuhkan karakter-karakter yang kuat dari aktor-aktor terbaik. Mereka adalah Adinia Wirasti dan Dion Wiyoko selain itu ada juga aktor-aktor lainnya seperti Nova Eliza, Rendra Bagus Pamungkas, Annisa Hertami, Dian Sidik, Unique Priscilla, Mathias Muchus, Steffi Zamora, Arnold Leonard, Landung Simatupang, Djenar Maesa Ayu.

LAMPOR Keranda Terbang menyuguhkan teror mencekam, intrik, dan perjuangan satu keluarga korban untuk melawannya.

Dari rilis secara gamblang terinfokan dari syuting di lokasi eksotik Temanggung, dengan CGI dari OrangeroomCs, gambar dari Arfian, grading P'Nu di Kantana Post Production, dilengkapi musik Andhika Triyadi, jadi paketan komplit yang akan membawa kita dalam petualangan horor sebenarnya. 

Tak salah, Anda bisa rayakan Hallowen 2019 dengan LAMPOR Keranda Terbang, mulai 31 Oktober di bioskop-bioskop terdekat. 

Sementara itu dari sisi sutradaranya Guntur Soeharjanto sang pemilik cerita horror ini.

"Membuat film bergenre horor adalah pengalaman pertama saya. Cerita film ini berawal dari diskusi dini hari di kantor Starvision. Saya dengan Pak Parwcz ngobrol tentang film horor disela-sela editing sebuah film. "Pak, saya punya cerita masa kecil. Tentang sebuah hantu yang unik. Bukan Pocong, Kuntilanak atau Wewe Gombel. Tapi LAMPOR. Dia datangnya malam hari, berupa keranda terbang. disertai suara pasukan bersuara magis welwoo.… welwoo....welwoo..." cerita pria humble dan santun ini.

Lanjut ia sampaikan bahwa, bagi yang bisa melihat, ternyata keranda itu diusung oleh setan-setan dan dipimpin oleh makhluk besar hitam, terbang dengan muka rusak dan bermata merah menyala.

LAMPOR datang meneror dan menculik korbannya. Dibawa dengan kerandanya. Korbannya ada yang hilang, ada yang mati, ada yang jadi sakit atau menjadi gila. Berjalan pelan setelah malam tiba, menyusuri gang-gang kampung, mencari mangsa. Pantang melihat, pantang terlihat.

Ini adalah horror misteri dengan tradisi Jawa yang kental. Mitologi Jawa yang tidak lepas dari mistis dan klenik. "Horor yang bukan hanya sekedar horor". Bagi saya, kekuatan film horor bukan hanya menakut-nakuti. Tapi lebih dari itu, kekuatan struktur cerita, dramaturgi dan penokohan karakter adalah hal yang fundamental. Kekuatan cinta, intrik hubungan sebuah keluarga yang jadi korban, relasi kedekatan anak dan orang tua, dibalut dalam sebuah teror di 
lereng pegunungan Sumbing dan Sindoro, Temanggun.

Daerah pegunungan penghasil tembakau terbesar di Indonesia. 

Film yang berdurasi 95menit dengan skenario Alim Sudio

Bagaimana para penduduk desa meyakini adanya suatu suara mengerikan dan orang-orang mengaku mellhat keranda terbang melintas di depan dan atap rumah. Keesokan harlnya, selalu ada penduduk yang hilang atau ditemukan sudah menlnggal.

Alim mengaku antusias apalagi Guntur memang belum pernah menyutradarai film horror sebelumnya.

Redaksi mengagumi passionate dan dramaturgi ala Guntur sebagai karya perdananya ini. Paling tidak kelihaian Guntur memilih pemain yang juga sangat passionate seperti testimoni Annisa bahwa ia bersama Mas Landung dan Mas Rendra harus ke pasar Temanggung untuk mencocokkan dialek yang pas, belum lagi adegan horror mayat yang tidak bisa meninggal dari aktor Mathias Muchus.

Oh iya, Adinia dan Dyon bertemu untuk kedua kalinya jadi chemistrynya reunian dan dijawab Adinia jawab santai bahwa ada proses reading yang lebih matang saja jadi proses segala'-galanya. Anda akan menemukan sesuatu yang baru di Lampor.

Sinopsis;
Edwin (Dion Wiyoko) dan Netta (Adinia Wirasti) bersama dua anak mereka, Adam (Brmasena) dan Sekar (Angelia Livie) kembali ke kampung Netta dl Temanggung. Netta disambut cunga dan dianggap pembawa musibah karena kampungnya sedang dilanda teror LAMPOR, setan pencabut nyawa yang membawa keranda terbang. 

Edwln berusaha membela Istrinya, tetapi skandal busuk dan kejadian mengerikan muncul menghantui.  Edwin mulai curiga bahwa ada rahasia besar menyangkut Netta yang tidak pernah diketahuinya. 

Apalagl ketika nyawa anak-anak mereka pun terancam, menjadi Sasaran LAMPOR.