Kopi Manual Brew; Berikan Sensasi Kenikmatan Tersendiri

Kopi Manual Brew; Berikan Sensasi Kenikmatan Tersendiri

Kopi Manual Brew; Berikan Sensasi Kenikmatan Tersendiri

Disajikan Coffee Toffee dengan metode V60, Aero Press & French Press

Surabaya, Kabarindo- Penggemar kopi kini bisa menikmati kopi yang diracik secara manual brew di gerai-gerai Coffee Toffee.

Karlinda Agustina, Marketing & Communications Coffee Toffee Indonesia, mengatakan selama ini pihaknya hanya menyajikan kopi yang dibuat dengan Espresso Machine. Namun kini juga menyajikan kopi secara manual brew.

“Kami berkomitmen untuk menyajikan kopi Indonesia yang terbaik secara manual brew untuk meracik kopi dengan metode V60, Aero Press dan French Press. Kami sudah menambah alatnya di gerai-gerai Coffee Toffe,” ujarnya.

 

Karlinda menambahkan, belum semua gerai menyediakan alat tersebut. Terdapat 40 gerai Coffee Toffee yang tersebar mulai dari Pekanbaru hingga Lombok. Dari jumlah ini, 12 gerai merupakan milik Coffee Toffee yang berada di Jakarta, Surabaya dan Malang, yang sudah memiliki alat tersebut. Sisanya adalah gerai waralaba yang belum memilikinya. Namun semua gerai akan segera menambah alat tersebut.

 

Menurut Karlinda, pihaknya kini menyajikan kopi secara manual brew untuk memenuhi permintaan pengunjung yang terus meningkat seiring tren gaya hidup. Makin banyak anak muda yang merupakan pangsa utama Coffee Toffee yang ingin menikmati kopi dengan cara demikian.

 

Ia merujuk pada pengakuan sejumlah pengunjung yang mengatakan, racikan kopi secara manual brew memberikan sensasi kenikmatan yang berbeda dibandingkan jika disajikan dengan Espresso Machine. Taste-nya lebih kuat. Begitu pula aromanya.

 

“Ya itu bergantung selera masing-masing. Yang jelas semua barista di gerai kami sama andalnya dalam menyajikan kopi dengan Espresso Machine maupun secara manual brew,” ujar Karlinda.

 

Ia menambahkan, Coffee Toffee menyajikan kopi asli Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia. Yang paling disukai pengunjung adalah kopi Toraja, namun kopi dari daerah-daerah lain juga memiliki banyak penggemar sendiri.

Penulis: Natalia Trijaji