Konser Le Baroque Nomade Dari Prancis; Siap Hibur Pecinta Musik Klasik

Konser Le Baroque Nomade Dari Prancis; Siap Hibur Pecinta Musik Klasik

Konser Le Baroque Nomade Dari Prancis; Siap Hibur Pecinta Musik Klasik

Berkolaborasi dengan String Orchestra of Surabaya (SOOS) Chamber Players

Surabaya, Kabarindo- Institut Prancis di Indonesia (IFI) Surabaya didukung oleh Majapahit Hotel akan menggelar konser musik klasik kolaborasi ensambel Le Baroque Nomade asal Prancis dan String Orchestra of Surabaya (SOOS) Chamber Players di Balai Adika, Majapahit, pada Rabu (14/3/2018) malam.

Sebelumnya, konser digelar di IFI Bandung (10 Maret), IFI Yogyakarta (12 Maret) yang akan disusul di IFI pusat Jakarta pada 15 Maret. Konser berkolaborasi dengan musisi di masing-masing kota tersebut.

Pramenda Krishna A., Penanggung Jawab Budaya & Komunikasi IFI Surabaya, mengatakan ensambel Le Baroque Nomade telah berkarya selama lebih dari 20 tahun dengan kesamaan misi yaitu memperdengarkan repertoar barok dengan warna yang baru.

“Dibentuk oleh Jean-Christophe Frisch, Rémi Cassaigne, Mathieu Dupouy dan Andreas Linos, Le Baroque Nomade secara konsisten mengeksplorasi relasi historis dan budaya antara musik barok Eropa dan musik tradisional dari berbagai tempat di dunia, antara lain Cina, India, Etiopia dan Turki,” ujarnya.

Kolaborasi Indonesia-Prancis dalam tur konser Le Nomade Baroque diawali dari pertemuan Jean-Christophe Frisch (baca: zang-kristof frisch) dengan konduktor Batavia Madrigal Singers, Avip Priatna, pada Februari 2017. Selanjutnya, JC Frisch bertemu violis David Irving, pengajar senior musikologi di Universitas Melbourne, pakar musik barok Asia Tenggara dan pemerhati warisan sejarah Jawa.

Pada konser di Surabaya, Le Baroque Nomade bakal menampilkan 5 musisi Prancis & David Irving yang akan membawakan musik era barok (abad ke-17) dengan instrumen replika pada jaman tersebut, antara lain viola da gamba, flute, baroque violin, lute dan spinet.

Mereka siap tampil bersama kelompok String Orchestra of Surabaya (SOOS) Chamber Players beranggota 8 musisi muda yang akan memainkan alat musik gesek. Kolaborasi musisi Indonesia dan Prancis tersebut akan membawakan antara lain beberapa versi Psaumes de David dengan lirik berbahasa Melayu, Portugis dan Prancis. Komposisi bergaya Eropa yang ditulis antara 1703-1735 di Batavia tersebut biasa dibawakan oleh para sinden Jawa pada era tersebut.

 

Penulis: Natalia Trijaji