Ketahui tentang Stem Cell and Tissue Engineering; Pengobatan yang Menjanjikan

Ketahui tentang Stem Cell and Tissue Engineering; Pengobatan yang Menjanjikan

Ketahui tentang Stem Cell and Tissue Engineering; Pengobatan yang Menjanjikan

FK Unair adakan workshop yang membahas perkembangan stem cell dari penelitian menjadi clinical application

Surabaya, Kabarindo- Fakultas Kedokteran Unair mengadakan workshop bertema “Stem Cell and Tissue Engineering” pada Sabtu-Minggu, 26-27 Januari 2019, yang membahas tentang perkembangan stem cell dari penelitian menjadi clinical application.

Ketua acara, dr. Ahmad Chusnu Romdhoni, Sp. THT-KL(K), FICS, mengatakan topik besarnya adalah regenerative medicine. Ini merupakan suatu ilmu yang berusaha untuk menyelesaikan masalah tentang pergantian sel. Pada kasus kerusakan sel saraf, sel tersebut tidak bisa beregenerasi. Dengan teknologi yang baru, sel yang tidak bisa beregenerasi tadi bisa tumbuh kembali.

Workshop tersebut menghadirkan beberapa pembicara. dr. Yunus, Sp.OT yang fokus pada tissue engineering mengatakan konsep dari tissue engineering bukan hanya sel-nya yang dapat ditumbuhkan, namun supporting structure atau bagian lainnya juga bisa diganti.

Ini merupakan suatu penyembuhan yang sangat ampuh berbasis penelitian dan nantinya akan dikembangkan untuk menjadi pengobatan. Persoalan tissue engineering ini merupakan tantangan bagi para teknisi kesehatan,” ujarnya dalam rilis.

dr. Yunus merujuk pada jumlah transplant di Amerika yang meningkat, karena usia harapan hidup yang semakin meningkat. Sayangnya jumlah pendonor stem cell stagnan, sehingga sulit untuk mencari lebih banyak pendonor.

Topik kedua dibawakan oleh Dr. dr. Asra Al Fauzi, SE, MM, Sp.Bs(K), IFAANS dengan judul “Stem Cell Therapy for Stroke: Recent Data and Progress”. Ia mengatakan, stem cell merupakan pengobatan yang menjanjikan. Mekanisme dari terapi Stem Cell dengan menghasilkan sesuatu yang bisa beregenerasi. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Kemudian Dr. dr. Joni Wahyudi, Sp.BS membawakan materi berjudul “Assesing Human Stem Cell Safety” yang menjelaskan tentang tujuan penggunaan stem cell yang fokus pada pasien.

“Kami (tim RS Universitas Airlangga) menyiapkan riset agar hasilnya nanti bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas,ujarnya.

Dr. Joni mengatakan, RS Dr. Soetomo akan dijadikan rumah sakit pusat pengembangan stem cell. Untuk itu dibutuhkan kualifikasi yang tinggi dalam melakukan riset serta akan selalu dilakukan monitoring dan evaluasi yang diawasi oleh direktur penelitian dan pengembangan.

Pada akhir sesi, diadakan diskusi panel yang menyimpulkan bahwa Stem cell yang akan dikembangkan nantinya menjadi alternatif besar bagi masyarakat dan hal ini akan menjadi inovasi besar. Penelitian ini juga bisa berkembang dengan didukung oleh regulasi pemerintah dan kesiapan rumah sakit.

Menurut dr. Ahmad, tantangan dan kendala pengembangan stem cell di Indonesia adalah regulasi dan standarisasi. Di Indonesia, tidak boleh menggunakan embrional stem cell, namun boleh menggunakan adult stem cell. Tantangan lainnya adalah bagaimana para klinisi bisa menyembuhkan penyakit degenerative, misalnya Parkinson.

Penulis: Natalia Trijaji