Jenius Berikan Tips; Empat Langkah Mewujudkan Mimpi Finansial

Jenius Berikan Tips; Empat Langkah Mewujudkan Mimpi Finansial

Jenius Berikan Tips; Empat Langkah Mewujudkan Mimpi Finansial

Melunasi utang, berhenti belanja impulsif, miliki dana darurat dan mulai berinvestasi

Surabaya, Kabarindo- Pada awal tahun, semua orang sibuk berbenah diri dan berusaha mewujudkan resolusi yang telah ditetapkan. Selain kesehatan dan karier, biasanya urusan finansial mendapat porsi cukup banyak dan bervariasi.

Ada yang punya impian menyisihkan uang untuk liburan setahun dua kali, ada yang bercita-cita membeli apartemen atau rumah, ada juga yang bermimpi memiliki aset Rp.1 miliar sebelum usia tiga puluh tahun. Untuk membantu mencapai semua mimpi tersebut, pastikan anda sudah mencentang empat checklist di bawah ini.

Melunasi utang

Hal utama yang wajib dilakukan untuk menggapai mimpi-mimpi terkait finansial adalah melunasi utang, khususnya utang konsumtif. Bayang-bayang utang, apalagi yang nominalnya cukup besar, pasti akan mengganggu pikiran. Selain hidup tidak nyaman memikirkan kapan utang tersebut akan lunas, juga akan semakin membebani bila bunganya terus bertambah setiap bulan. Hati-hati, jangan sampai bunga utang lebih besar daripada utang pokoknya. Kalau perlu, potong bujet makan dan alihkan bujet bersenang-senang agar utang segera lunas.

Berbeda dengan utang konsumtif, utang untuk membantu mencapai impian memiliki aset bukanlah hal yang dilarang. Kenyataannya, tidak semua orang punya privilege untuk membeli kendaraan dan properti secara tunai. Bahkan lebih banyak yang butuh waktu belasan hingga puluhan tahun untuk mencicilnya. Utang berupa cicilan seperti ini sah-sah saja diambil, asal sebelum memulai cicilan, pastikan cashflow anda aman dan cicilan anda tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.

Berhenti belanja impulsif

Berhenti belanja impulsif, bukan berhenti belanja. Anda sudah kerja capek-capek, masa tak boleh punya baju baru? Masa tak boleh merawat diri dengan membeli skincare lengkap? Masa tak boleh membeli buku-buku yang ingin dibaca? Tapi hati-hati kebablasan ya. Banyak orang terjebak, karena kurang bijak memilih mana yang sebaiknya dibeli atau tidak dan kapan harus berhenti. Keadaan ini diperparah dengan penggunaan kartu kredit yang berlebihan. Mereka lupa bahwa kartu kredit adalah alat pembayaran, bukan alat utang.

Untuk itu, agar tidak impulsif, sebaiknya buat bujet khusus belanja. Sisihkan misalnya 10% dari penghasilan bulanan. Terapkan aturan bahwa anda boleh belanja kapan pun, asal masih ada saldo di card tertentu. Satu trik yang bisa dicoba agar sesi belanja lebih seru, kumpulkan uang dari bujet tiap bulan, lalu belanjakan saat musim sale. Financial planning bukan berarti tak boleh belanja, tapi diatur kapan dan berapa banyaknya.

Memiliki dana darurat

Tak ada yang pernah tahu ke mana hidup akan membawa kita. Bisa saja hari ini sehat, tapi besok harus operasi besar. Bisa juga hari ini punya pekerjaan keren di perusahaan besar, tapi bulan depan harus dirumahkan sementara. Sayangnya, ketika sedang terkena musibah, semua tagihan tetap datang, semua keperluan rumah tangga harus dibeli dan yang paling penting, kita dan keluarga tetap butuh makan. Untuk itu, mengumpulkan dana darurat adalah hal wajib dimulai sejak bekerja pertama kali.
Ada banyak standar besaran dana darurat yang harus dimiliki seseorang. Umumnya menyarankan lajang memiliki minimal 3 kali pengeluaran bulanan, pasangan memiliki 6 kali pengeluaran bulanan, pasangan dengan satu anak 9 kali pengeluaran bulanan, sementara pasangan dengan dua anak atau lebih, pebisnis dan freelancer memiliki 12 kali pengeluaran bulanan.

Karena angkanya cukup besar, anda bisa mengumpulkan dana darurat dengan menyisihkan beberapa persen dari penghasilan bulanan dan menambahkan dari sebagian THR atau bonus tahunan. Ingat, sedia payung sebelum hujan. Jangan tunggu ada musibah datang dan baru menyesal, karena tidak punya dana darurat sama sekali.

Mulai berinvestasi

Banyak mimpi, tapi dana terbatas. Maka mulailah berinvestasi sejak dini, karena menabung saja tidak cukup. Saat ini tersedia banyak instrumen investasi untuk menempatkan dana. Yang harus dilakukan adalah:

- menentukan mimpi-mimpi apa saja yang anda miliki

- menghitung jumlah uang yang dibutuhkan untuk merealisasikan masing-masing mimpi

- menentukan target kapan mimpi-mimpi tersebut ingin dicapai

- memilih instrumen investasi (deposito, obligasi, reksadana atau saham) yang paling tepat untuk masing-masing mimpi serta sesuaikan dengan profil risiko anda.

Selain mimpi-mimpi seperti keliling dunia, naik haji, beli rumah atau menyekolahkan anak di luar negeri, jangan lupa berinvestasi untuk masa pensiun anda. Anda tentu enggan terus bekerja di usia pensiun, atau harus mengandalkan anak untuk membantu beaya hidup?

Tetapi, seambisius apa pun anda mencapai mimpi, jangan mudah tergiur dengan investasi berimbal hasil luar biasa besar. Salah satu sifat investasi memang high risk and high return, tapi banyak sekali investasi bodong yang demikian. Pastikan anda menempatkan dana di instrumen investasi yang terdaftar dan diawasi OJK.

Penulis: Natalia Trijaji