Java Paragon Sajikan Masakan Timur Tengah; Selama Ramadhan

Java Paragon Sajikan Masakan Timur Tengah; Selama Ramadhan

Java Paragon Sajikan Masakan Timur Tengah; Selama Ramadhan

Mulai hidangan pembuka hingga penutup

Surabaya, Kabarindo- Banyak hotel yang menyajikan masakan Timur Tengah pada Ramadhan tahun ini. Salah Satunya Java Paragon di Surabaya yang menyajikan beragam menu Timur Tengah mulai dari hidangan pembuka hingga penutup hasil olahan Executive Chef Latief dan tim F&B.

Menurut Chef Latief, masakan Timur Tengah, khususnya Arab, ada rasa asamnya. Namun pihaknya menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia, sehingga menu-menu yang disajikan cocok dengan selera masyarakat Indonesia.

Untuk menu pembuka, ia menyajikan Baba Ghanoush yaitu masakan khas yang dibuat dari terong yang dioven, dimasak dengan bawang, tomat, minyak zaitun dan berbagai bumbu lain. Ada pula Tabbouleh, hidangan vegetarian Arab yang biasanya terbuat dari kacang Arab, tomat, potongan peterseli, bawang Bombay serta dibumbui dengan minyak zaitun, perasan lemon dan garam. Minyak zaitun dan perasan lemon berfungsi menetralisir lemak yang biasanya terkandung pada masakan Timur Tengah.

“Baba Ghanoush bagus untuk menambah stamina tubuh. Rasanya asam dan gurih. Sedangkan untuk Tabbouleh, cara makannya dengan roti atau pita bread yang plain,” ujar Chef Latief.

Untuk sup, ada Harrira Soup, merupakan sup tradisional Maroko yang diolah dengan aneka sayuran seperti wortel, paprika, jamur, tomat, kembang kol, brokoli dan kacang putih dengan bumbu daun ketumbar dan peterseli. Disantap dengan potongan roti Arab.

Untuk hidangan utama, ada pilihan Chicken Kurma dan Ouzzi bin Khalta. Chiken Kurma adalah masakan Timur Tengah yang dipadu dengan masakan India menggunakan rempah-rempah seperti kurma, safron dan coconut milk, sehingga membuat masakan berbahan ayam ini gurih dan lezat. Sedangkan Ouzzi bin Khalta adalah masakan tradisional Mesir yang memadukan kambing muda dan rempah-rempah Arab, kemudian dioven serta disajikan dengan nasi rempah dan roti Arab.

Chef Latief menjelaskan, Ouzzi bin Khalta biasanya menggunakan iga atau paha kambing umur 8 bulan sampai 1 tahun sehingga rasanya empuk. Iga atau paha kambing dibumbui jinten, kapulaga Arab dan kayu manis kemudian dioven selama 3 jam pada suhu 200 derajat Celcius. Kaldu yang keluar lalu digunakan untuk memasak nasi.

Sebagai hidangan penutup, disajikan Omali yang populer di Mesir. Rasanya manis, cocok sebagai hidangan penutup saat berbuka puasa. Menu ini disajikan dengan irisan roti bakar, kacang almond, kismis, cream panas dan bisa ditaburi kacang pistasio.

Penulis: Natalia Trijaji