Jakarta Animal Aid Network; Berkomitmen Lindungi Satwa Liar Indonesia

Jakarta Animal Aid Network; Berkomitmen Lindungi Satwa Liar Indonesia

Jakarta Animal Aid Network; Berkomitmen Lindungi Satwa Liar Indonesia

Bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan satwa dari eksploitasi

Surabaya, Kabarindo- Kini makin banyak pihak yang peduli terhadap kelangsungan hidup satwa liar, terutama yang dilindungi karena terancam punah. Salah satunya adalah Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Ismutia Rickard, relawan JAAN, menjelaskan JAAN adalah organisasi non-pemerintah dengan salah satu foundernya Femke Den Haas, yang didirikan untuk melindungi satwa liar Indonesia. JAAN menerima pendanaan dan dukungan dari masyarakat maupun LSM dan donatur lainnya.

“Kami bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan satwa dari eksploitasi dalam jaringan yang luas berskala nasional maupun internasional,” ujarnya dalam bincang santai di Surabaya pada Kamis (20/12/2018).

Muti, sapaan akrab Ismutia, mengatakan JAAN menjalankan berbagai program di Jakarta dan seluruh Indonesia untuk membantu meminimalisir kepunahan satwa liar, menghentikan perdagangan satwa ilegal dan meningkatkan kesejahteraan satwa di Indonesia.

JAAN memiliki program penyelamatan dan rehabilitasi yang mencakup:

- Penyelamatan dan rehabilitasi elang bondol yang menjadi simbol kota Jakarta, termasuk wilayah penampungan darat / laut untuk rehabilitasi yang dikelola oieh desa-desa di Indonesia

- Penyelamatan dan rehabilitasi topeng monyet serta menerapkan larangan penggunaan monyet dalam atraksi topeng monyet

- Memantau perdagangan satwa liar, penyelamatan dan rehabilitasi semua spesies satwa liar dengan jenis yang berbeda-beda

- Penyelamatan hewan peliharaan dan proyek rehoming

- Kampanye melawan perdagangan satwa liar dan kerusakan habitat seperti #StopSirkusLumba dan #SaveDennis

Muti menegaskan, satwa liar bukan untuk dipelihara. Mereka bukan hewan lucu untuk dielus-elus. “Biarkan satwa liar hidup bebas di habitat alamnya. Kita wajib menjaga kelangsungan hidup mereka,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji