Jadi Duta Satwa Liar JAAN; Manohara Ikut Merelokasi Satwa Dilindungi

Jadi Duta Satwa Liar JAAN; Manohara Ikut Merelokasi Satwa Dilindungi

Jadi Duta Satwa Liar JAAN; Manohara Ikut Merelokasi Satwa Dilindungi

Prihatin terhadap satwa liar yang dilindungi namun banyak diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan

Surabaya, Kabarindo- Kini makin banyak pihak yang peduli terhadap kelangsungan hidup satwa liar, terutama yang dilindungi karena terancam punah.

Salah satunya artis cantik, Manohara Odelia yang kini menjadi Duta Satwa Liar Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Ia prihatin terhadap kondisi satwa liar yang terancam punah. Maka pada Mei lalu, Mano mengajukan diri sebagai relawan di JAAN yang bergerak di bidang kesejahteraan hewan.

“Kami menyambut baik keinginan Manohara dan komitmennya, sehingga menjadikannya sebagai Duta Satwa Liar JAAN,” ujar Ismutia Rickard, relawan JAAN dalam bincang santai bersama Manohara di Surabaya pada Kamis (20/12/2018).

Menurut Mano, sapaan akrab Manohara, tujuannya bergabung dengan JAAN untuk membantu meningkalkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan beserta satwanya.

Artis yang lama tak muncul di layar kaca maupun di layar lebar ini kemudian sibuk dengan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian satwa. Pada Selasa lalu, Mano ikut merelokasi 6 lutung (leaf monkey) ke Malang, kemudian berkeliling Kebun Binatang Surabaya. Sebelumnya, ia beberapa kali turun ke lapangan untuk merelokasi satwa dilindungi bersama JAAN.

“Yang pertama saya ke Medan mengantar bayi orangutan bernama Otan, lalu menjemput kasuari di Surabaya dan membawa satwa ini kembali ke Papua. Tempo hari saya membawa 6 lutung ke daerah Batu,” tuturnya antusias.

Mano mengaku sangat mencintai satwa sejak dulu. Ia prihatin dengan masih banyaknya satwa liar yang dilindungi, namun banyak diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan. Ia merujuk pada Otan yang diselamatkan dari perdagangan liar. Kondisinya menyedihkan. Tampaknya bayi primata ini direbut dari induknya, artinya induknya dibunuh lebih dulu.

Mano juga melihat sendiri keadaan hutan di Kalimantan yang mengancam keberadaan orangutan. Bulan lalu ia ke Pangkalanbun dan melihat orangutan di habitatnya.

“Sedih sekali mereka harus kehilangan tempat tinggal di hutan yang menipis,” ungkapnya.

Mano menjelaskan dirinya benar-benar ikut terjun langsung ke masyarakat, belajar mengenai lingkungan dan berjuang untuk konservasi alam.

“Dengan terjun langsung masuk hutan, mengikuti training wildlife handling, membantu relokasi dan rehabilitasi satwa, saya belajar banyak dan mendapat banyak data,” paparnya.

Mano mengatakan tak khawatir masuk keluar hutan, kotor berlepotan lumpur, kepanasan dan sebagainya. Ia mengaku justru menganggapnya sebagai tantangan dan menikmatinya sebagai pengalaman yang menyenangkan serta membuat tekad dan komitmennya semakin kuat untuk terus menggeluti aktivitas terkait pelestarian satwa liar.

“Saya tak ingin berhenti. Saya akan berusaha untuk terus menggalakkan pentingnya melestarikan lingkungan beserta satwa liar. Jangan sampai mereka punah tinggal cerita,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji