ITS Kembangkan Eduwisata Herbal; Berbasis Energi Terbarukan

ITS Kembangkan Eduwisata Herbal; Berbasis Energi Terbarukan

ITS Kembangkan Eduwisata Herbal; Berbasis Energi Terbarukan

Gandeng Kelompok Tani Hutan Panderman Batu dan Pemkot Batu

Surabaya, Kabarindo- Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis & Industri (PKKPBI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Kelompok Tani Hutan Panderman Batu dan Pemkot Batu mengembangkan kawasan eduwisata herbal berbasis energi terbarukan dan ekonomi sirkular.

Kepala PKKPBI ITS, Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng, mengatakan kawasan Eduwisata Herbal Oro-oro Ombo, Batu, dirancang sebagai kawasan Green Techno Park (GTP). Kawasan ini akan diisi dengan pusat rehabilitasi untuk penyakit stroke yang juga diharapkan menjadi pusat penelitian herbal nasional. GTP ini akan dilengkapi area rekreasi alam, edukasi, garden workshop, greenhouse, camping ground hingga area berkuda.

“Diharapkan eduwisata GTP ini dapat menjadi anak cabang Science Techno Park (STP) ITS, sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengatakan masyarakat dan Pemkot Batu gembira ITS memilih daerah mereka sebagai area pengembangan kawasan eduwisata. Ia berharap, kerja sama tersebut berkelanjutan hingga 2025.

Wakil Rektor IV ITS, Bambang Pramujati ST MScEng PhD, menambahkan kerja sama ini menjadi langkah awal ITS untuk membantu berinovasi dalam bisnis eduwisata dan penelitian herbal. Ia optimis, masyarakat sekitar dan para wisatawan nanti akan tercerdaskan dengan pengetahuan herbal di sana..

Peletakan batu pertama untuk kawasan eduwisata di Batu turut menjadi pelepasan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Masyarakat (Abmas) ITS. Sekitar 80 mahasiswa siap melaksanakan KKN di Desa Oro-oro Ombo, Batu. KKN ini diharapkan Dewanti dapat menjadi bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Arman menyampaikan kepada peserta KKN bahwa mahasiswa harus membumi. Ia juga berpesan, ilmu yang telah dipelajari di kampus harus dapat memberikan manfaat bagi msyarakat.

“Belajar langsung dari masyarakat sangat baik dijadikan kesempatan emas bagi calon pengusaha dan pemimpin pada masa mendatang, ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji