ITS Canangkan Program ODF; Dorong Masyarakat Bebas Dari BABS

ITS Canangkan Program ODF; Dorong Masyarakat Bebas Dari BABS

ITS Canangkan Program ODF; Dorong Masyarakat Bebas Dari BABS

Bagi warga di Kelurahan Gebang Putih, Kejawan Putih Tambak dan Keputih

Surabaya, Kabarindo- Masih minimnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, salah satunya dengan buang air besar sembarangan (BABS), menarik perhatian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk membantu memperbaiki kondisi tersebut.

Upaya ini dilakukan dengan mencanangkan program Open Defecation Free (ODF) bagi warga di tiga kelurahan sekitar kampus, yaitu Gebang Putih, Kejawan Putih Tambak dan Keputih. ODF adalah kondisi di mana setiap individu di sebuah komunitas atau lingkungan masyarakat sudah tidak membuang air besar sembarangan.

Menurut Ir Eddy Setiadi Soedjono Dipl SE MSc PhD, Ketua Program Jamban Sehat dari Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS, masih banyak warga yang BABS di tiga kelurahan tersebut.

Limbah jamban itu banyak mengandung typhus, kolera dan hepatitis. Salah satu penyebab utama penyakit ini adalah lalat. Jika limbah jamban tidak dikelola dengan baik, akan sangat berbahaya,” jelas dosen yang biasa disapa Eddot ini.

Ia mengatakan, PDPM ITS melalui program ODF mulai 2016 sudah menyosialisasikan kepada warga tentang bahaya perilaku BABS. Bekerja sama dengan Departemen Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dan Fakultas MIPA, mulai 2017 lalu, PDPM ITS telah menjalankan pembangunan jamban sehat bagi warga sekitar kampus tersebut. Pada 2017 sudah berhasil membuatkan 21 jamban sehat di Kelurahan Gebang Putih dan Kejawan Putih Tambak.

Upaya yang dilakukan alumnus doktoral dari University of Birmingham, England, ini membuahkan hasil. Pada tahun lalu, Kelurahan Gebang Putih telah dinyatakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sebagai kelurahan ke-60 yang bebas BABS. Pada tahun ini Kelurahan Kejawan Putih akan menyusul untuk dinyatakan sebagai kelurahan yang bebas dari BABS. Pihak PPDM ITS juga akan melanjutkan pembangunan jamban sehat di wilayah Kelurahan Keputih agar segera dinyatakan bebas dari BABS. Di Surabaya ada 154 kelurahan, yang bebas dari BABS tidak lebih dari 60 kelurahan.

Sementara itu, Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, mengatakan program jamban sehat berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat, khususnya di kawasan sekitar ITS. Program ini harus didukung bersama agar masyarakat menjadi lebih berkualitas dan lebih produktif.

Untuk masalah kesehatan lingkungan, PDPM ITS tahun ini juga menargetkan adanya sertifikasi makanan sehat bagi PKL di sekitar ITS. Diharapkan para PKL ini terjamin kualitas kebersihan makanannya. Pihak ITS akan memfasilitasi uji laboratorium makanan bagi para PKL yang akan disertifikasi.

“Sebagai lingkungan yang turut menentukan kesehatan mahasiswa-mahasiswa ITS, kami ingin para penjual makanan di sini terjamin untuk masalah kesehatan makanannya,” ujar Eddot.

Penulis: Natalia Trijaji