Insya Allah Sah 2; Jadi Film Lebaran Berkonten Terbaik

Insya Allah Sah 2; Jadi Film Lebaran Berkonten Terbaik

XXI Epicentrum, Jakarta, Kabarindo- Redaksi tercengang dan takjub atas hasil kolaborasi UBF alias Umbara Brothers Film.

Kali ini menawarkan banyak hal baru dalam blantika sineas Indonesia. Para penikmat film-film nasional yang berkualitas niscaya tak akan kecewa menonton film besutan dua bersaudara ini.

Darah seni dan passion dari sang ayah menitis ke Anggy dan Bounty Umbara. InsyaAllah Sah2 adalah penulisan skenario yang cerdas visual dengan dialog yang serius namun jenaka, film aksi yang heroik dari seorang narapidana bukan hanya menghibur tetapi juga mendidik sarat dengan pesan moral
siapapun bisa berubah dari tidak baik menjadi lebih dan lebih baik, termasuk narapidana.

Tata musik yang baik serasa pas menghantarkan adegan aksi heroik yg menegangkan, kejenakaan dan juga keharuan yg sangat
film ini akan menjadi box office membayangi DimSum Martabak yang karakter jadwal tayangnya berbarengan dengan Jailangkung 2, Kuntilanak, dan juga Target.

Para pemainnya sangat kuat.

Storyboard diawali dari karakter Raka (Pandji Pragiwaksono) yang jenaka terjebak dalam sebuah taksi online bersama Gani (Donny Alamsyah) seorang buronan polisi yang baru kabur dari Lembaga Pemasyarakatan "Dipinang Indah".

Bukan hanya buronan polisi ternyata, Gani juga sedang diburu oleh sekelompok mafia bersenjata anak buah dari jaringan narkotika, Freddy Coughar (Ray Sahetapy).

Gani meminta bantuan Raka untuk bisa lolos dari baku tembak. Rakapun setuju akan membantu dengan mengajukan syarat Gani harus berjanji akan selalu berbuat baik.

Dalam keadaan terpaksa Gani menyetujui syarat Raka dan berkat bantuan Raka, Ganipun lolos dari bahaya. Namun keadaan berbalik, niat baik Raka malah menjadikan dirinya masuk dalam ancaman Gani. Ia mewajibkan Raka untuk selalu mengikutinya kemanapun pergi. Rakapun menjadi teman seiring Gani.
Walaupun dalam tekanan Gani, Raka terus mengingatkan Gani akan janjinya menjadi orang baik namun, dengan berbagai alasan dan keadaan Gani tak kuasa memenuhi janjinya.

Tapi, Gani berjanji bertaubat setelah urusannya selesai. Urusan utama bagi Gani adalah mencari bekas sahabatnya,Yoga (Miller Khan) yang telah mengkhianatinya hingga Gani terjebak perangkap polisi dan dipenjara.

Soal lainnya, adalah tentang Mutia (Luna Maya) yang sedang hamil anaknya Yoga. Perjalanan Raka bersama Gani penuh aksi komedi, action dan situasi yang tak terduga yang kadang belum pernah dialami oleh Raka dalam hidupnya.

Novel karya Achi TM berhasil divisualkan menyerupai film-film besutan Hollywood. Tak bisa disalahkan bila, para penonton film ini jadi ingat film Hollywod yang heroik namun penuh kejenakaan yang cerdas sebagaimana film Die Hard, The Expendables, Armageddon, dan Once Upon A Time in Venice yang dibintangi oleh aktor papan atas dunia, Bruce Willis.

Film bergenre romance komedi besutan MD Pictures ini pantas diacungi jempol karena sarat pesan religi dan diedarkan sesuai dengan jatuhnya perayaan lebaran (Iedul Fitri) yang merupakan hari besar bagi umat Islam di seluruh dunia.

Bukan hanya menghibur tetapi juga, menjadi tontonan yang mendidik dengan sebuah pesan moral yang kuat bahkan, seorang penjahatpun bisa berkesempatan bertobat dan berubah menjadi orang paling yang baik.

Soundtrack dan penataan musik yang dikerjakan dengan baik oleh Khikmawan Santosa (Kiki) bersama Mohamad Ikhsan dan Al sangat cocok menghantarkan setiap adegan.

Melalui musik yang pas, penonton benar-benar dipancing untuk tegang, tertawa bahkan haru biru. Untuk penataan musik, “Insya Allah Sah 2” rasanya layak mendapat 3 bintang!

Tentu saja, membedah sebuah film tidak lengkap tanpa membedah kekuatan karakter pemeran-pemerannya. Luar biasanya, karakter dalam film ini sepertinya merata. Semuanya terlihat profesional. Hampir tidak ada kecanggungan pada setiap pemain ketika mengadu peran.

Dalam film ini, seorang Luna Maya bisa tampil seprofesional Meriam Bellina. Dan, seorang Donny Alamsyah tak kalah piawai dengan pemain teater senior Indonesia, Ray Sahetapy.

Rasanya, bila ikut FFI (Festival Film Indonesia) “Insya Allah 2” akan banyak menyabet piala citradalam berbagai katagorie.

“Saya berharap, film Insya Allah 2  mendapat sambutan yang meriah dari pencinta film nasional. Dan.., kekuatan Insya Allah 2 semoga bisa membawa film nasional lebih baik lagi kedepannya,” ujar Produser Manoj Punjabi sekaligus menutup press Conference.

 

Penulis: Novie Kopiers