Ibis Styles Surabaya Jemursari Ajak Berbuka Puasa; Tawarkan 250 Varian Menu

Ibis Styles Surabaya Jemursari Ajak Berbuka Puasa; Tawarkan 250 Varian Menu

Ibis Styles Surabaya Jemursari Ajak Berbuka Puasa; Tawarkan 250 Varian Menu

Sajikan barbeque, makanan tradisional, ada menu spesial nasi jamblang

Surabaya, Kabarindo- Masakan tradisional tetap dicari dan diminati para tamu yang berbuka puasa di hotel. Hal ini mendorong banyak hotel di Surabaya tetap menyajikan menu-menu tradisional.

Ibis Styles Surabaya Jemursari mengundang tamu untuk berbuka puasa di sini dengan menawarkan hingga 250 varian menu yang menggugah selera mulai dari makanan tradisional, barbeque dan dilengkapi dengan live stall. Tamu bisa memesan makanan yang diolah langsung di hadapannya, sehingga menggugah selera untuk segera menikmatinya.

Pada Ramadhan kali ini, Ibis Jemursari mengangkat tema Nusantara yang menyajikan beragam menu tradisional. Namun juga tetap menyajikan menu Oriental di antaranya fuyunghai dan siomay, menu-menu Timur Tengah seperti martabak dan shawarma serta menu Western seperti roasted chicken. Juga barbeque yang selalu ada setiap hari.

“Kami menonjolkan makanan tradisional, karena lebih disukai tamu dan selalu dicari,” ujar Executive Chef Sarto.

Ia memaparkan, hidangan yang disajikan berganti setiap hari mulai dari takjil, hidangan pembuka hingga penutup. Ada es campur, bubur Madura, kolak dan kue-kue basah yang menjadi favorit tamu. Tak ketinggalan rujak cingur dan rujak manis yang menggiurkan.

Untuk hidangan utama, ada beberapa macam nasi seperti nasi goreng, nasi merah, nasi kuning dan nasi gurih atau nasi uduk. Yang tak kalah enak adalah menu-menu spesial Nasi Jamblang asal Cirebon, Nasi Liwet asal Solo, Nasi Krawu asal Gresik, Nasi Gudeg asal Jogja, Nasi Madura dan Nasi Megono asal Pekalongan yang berganti setiap hari. Masing-masing memiliki cita rasa yang khas.

Nasi Jamblang misalnya, menurut Chef Sarto, seperti nasi campur yang berasal dari Cirebon. Pada zaman dulu, nasi jamblang dibawa sebagai bekal oleh petani atau buruh. Agar tahan lama, nasi ini dibungkus dengan daun jati yang juga memberikan aroma harum.

“Daun jati gampang didapat pada zaman dulu dan bermanfaat sebagai pembungkus makanan agar tahan lama, tidak mudah basi dan memberikan aroma harum, tapi harumnya tidak sekuat daun pandan,” tuturnya.

Jika pada zaman dulu daun jati bisa diambil dari hutan, Chef Sarto memperolehnya dari sebuah pasar di Surabaya. Daun jati lalu dibersihkan dan diisi dengan nasi putih dilengkapi lauk tahu tempe kecap, ikan asin, perkedel, telur Bali, semur jeroan, sate kentang dan sambal tomat. Sedangkan lauk empal gentong ditaruh dalam wadah terpisah. Hmm...

Chef Sarto mengatakan, cita rasa beragam menu nasi spesial tersebut disesuaikan dengan lidah masyarakat Surabaya. Misalnya nasi gudeg, nasi liwet dan nasi megono tidak semanis seperti di daerah asal masing-masing.

Pada Ramadhan ini, Ibis Jemursari juga berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan Baitul Farah dan Ulul Albab dengan mengundang 30 anak untuk berbuka bersama. Irene Pohan,

Assistant Director of Sales Ibis Styles Surabaya Jemursari, mengatakan hal seperti ini dilakukan pihaknya setiap tahun untuk berbagi dengan mereka yang kekurangan.

Penulis: Natalia Trijaji