Harry Dagoe Persembahkan KEIRA; Sebuah Drama Kemanusiaan

Harry Dagoe Persembahkan KEIRA; Sebuah Drama Kemanusiaan

KeIRa Jadi Film Unik, Inspiratif & Beda; Karya Harry Dagoe Tayang 15 November

XXI Plaza Senayan, Jakarta, Kabarindo- Apabila prosesi Gala Premiere dan Media Screening usai.

Film Keira tentu saja telah menjadi publik domain yang siap dikritisi sebagai produk literasi sinematografi yang mengambil 'resiko' tidak populis seperti film hantu atau teenlit romance, bukan?

Keira (Angelica Simperler) adalah Perempuan Lampung yang mengidap DID dengan 7Kepribadian yang justeru ia tidak minta alias kehendaki tapi saat ia pingsan selama tiga hari selalu saja ada kejadian tak ia inginkan.

Untunglah Darma diperankan Ray Sahetapy memahaminya dalam perspektif berbeda dari pemahaman awam.

Menarik bukan walau ada beberapa penonton yang redaksi temui masih merasa film ini kurang durasi, konflik jadi terkesanminimalis, view walau begitu sinematografi sangat memikat hati dengan panorama bentangan pantai dan pulau kecil Bandar Lampung mengajak Anda ingin berkunjung kesana sebagai turis nusantara.

Dari preskon hadir Anastasia Wella yang memang sudah wara wiri wawancara dan video testimoninya.

"Aku berharap masyarakat teredukasi dgn film ini dan agar masyarakat memahami bahwa gangguan jiwa itu perlu ditangani oleh ahlinya agar saya dan lainnya bisa hidup normal seperti yg lainnya dan tidak untuk dikucilkan," tulisnya via WA ke redaksi dan mengaku sudah enam bulan lebih tidak mengalami apa-apa lagi bisa jadi karena CINTA dan kasih sayang dari pasangannya.

Anisa sebagai pemenang kuis dan merasa beruntung nonton film pertama yang ia nilai unik dan beda.

"Pendapat saya setelah menonton film Keira, Alhamdulillah, ending nya gak ketebak, membuat saya penasaran sendiri, apa yang akan trjadi selanjutnya dan apa yang terungkap, dan sempet kaget juga si kalau ada bunuh-bunuhan nya,"pungkasnya sumringah.

Sementara itu sang sineas Harry Dagoe yang sudah Anda kenali lewat film-film sebelumnya menilai bahwa kadang kita merasa sombong dan sempurna sementara dalam menghadapi hidup, TOPENG kita berlapis-lapis, melapisi kemurnian kita setiap hari.

"KEIRA adalah film tentang seseorang berkepribadian majemuk ini saya buat karena saya ingin kita melihat, justeru betapa MURNI nya seseorang itu kadang sangat jauh dari kemurnian kita," tulisnya lugas.

Keira Goes To Campus telah mengawali dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta bersama dosennya Dr.Risa Kolopaking juga ikut bersama media menyaksikan pertama dan mereka puas dan berterima kasih teori psikologi tentang DID atau Mental Disorder ini berhasil divisualisasikan dengan baik dan film ini menkampanyekan MD, Shizoprenic dan lainnya BUKANlah penyakit.

"Mari rangkul dan dekap mereka dengan cinta penuh perhatian agar tidak terstigma," ucap Dr.Risa K.

Tayang pekan depan mulai KAMIS, 15 November, ajak rekan dan kerabat Anda untuk raih pemahaman dan deskripsi visual dari kisah KEIRA, dont miss it.....!