Hand Rejuvenation; Meremajakan Kembali Kulit Tangan

Hand Rejuvenation; Meremajakan Kembali Kulit Tangan

Hand Rejuvenation; Meremajakan Kembali Kulit Tangan

Bisa dengan kombinasi Chemical Skin Peels, Laser Fractional eCO2, Laser Photorejuvenation dan Skin Booster

Surabaya, Kabarindo- Bertambahnya usia mempengaruhi kondisi kulit bukan hanya pada wajah, namun juga tangan. Muncul tanda-tanda penuaan seperti kulit kusam, kasar, flek dan kerutan. Kerutan tak hanya muncul di wajah, namun bisa juga di punggung tangan. Hal ini mengurangi kepercayaan diri dalam berpenampilan, juga saat berjabat tangan dengan orang.

dr. Ellen Sidowati Sp.KK dari Skin A Dermatology and Aesthetic Clinic, menjelaskan penuaan pada tangan ditandai oleh atrofi kulit atau lapisan kulit yang menipis, vena reticular (pembuluh darah mengembang) yang menggembung, keratosis seboroik, ruang intermetakarpal yang dalam (cekungan di antara jari tangan), tulang dan tendon menonjol, lentigo solaris dan skin laxity.

“Selain wajah, tangan juga perlu mendapat perhatian. Seiring pertambahan usia, kulit tangan juga mengalami penuaan. Karena itu perlu diremajakan kembali,” ujarnya .

Kini tak perlu khawatir lagi dengan kondisi tersebut, karena Skin A menawarkan treatment Hand Rejuvenation atau peremajaan kulit tangan untuk mengatasinya. Treatment yang baru diluncurkan ini bisa dilakukan dalam beberapa perawatan yaitu Chemical Skin Peels, Laser Fractional eCO2, Laser Photorejuvenation dan Skin Booster.

dr. Ellen menjelaskan, Chemical Skin Peels adalah treatment yang berfungsi meregenerasi kulit dengan satu atau lebih bahan peeling pada kulit untuk mengikis epidermis dan dermis serta meregenerasi jaringan epidermis dan dermis yang baru.

Laser Fractional eCO2 merupakan prosedur laser yang membantu meremajakan kulit. Selain pada punggung tangan, eCO2 dapat digunakan untuk bermacam masalah kulit di berbagai area seperti wajah dan leher.

“eCO2 termasuk jenis laser fractional, yaitu ribuan kolom laser mikroskopis yang tidak terlihat mata, mampu merangsang produksi kulit baru yang lebih baik, halus dan sehat untuk menggantikan jaringan kulit yang rusak,” papar dr. Ellen.

Laser Photorejuvenation adalah tindakan peremajaan kulit dengan merangsang produksi kolagen baru dalam kulit. Photorejuvenation menggunakan laser non-ablatif (tanpa luka), singkat, relatif tidak nyeri dan tanpa pengelupasan, sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Sedangkan Skin Booster untuk mengisi lapisan kulit dengan asam hyaluronat. Berbentuk seperti gel yang terdapat di antara kolagen dan elastin pada lapisan dermis kulit.

Menurut dr. Ellen, semua treatment memiliki keunggulan masing-masing. “Untuk hasil yang memuaskan, treatment-treatment tersebut bisa dikombinasikan,” ujarnya saat memperkenalkan treatment Hand Rejuvenation pada Sabtu (29/8/2018).

dr. Ellen mengatakan, Hand Rejuvenation bisa dilakukan mulai usia 25 tahun. Treatment ini perlu dilakukan 3x dengan tenggat satu bulan sekali. Hasilnya mampu bertahan 6-8 bulan bergantung pada usia dan kondisi kulit. Setelah itu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kapan harus mengulang treatment ini.

Launching treatment tersebut dimeriahkan dengan grand final Skin Ambassador 2018. Ajang ini menurut dr. Ellen untuk merepresentasikan wajah baru di Skin A. Proses penyaringan sudah dilakukan beberapa bulan lalu dengan menyeleksi puluhan wanita muda melalui tes psikologi, pengetahuan umum, bahasa Inggris, wawancara, fotogenik dan merias diri. Ada peserta yang sudah menjadi model profesional, ada pula yang belum tahu banyak tentang dunia kecantikan, bahkan ada pula yang berprofesi dokter gigi.

“Kami menyeleksi dari sisi brain, beauty and behavior mereka. Para pemenang harus cantik luar dalam. Mereka diharapkan bisa memberikan warna baru bagi klinik kami,” ujar dr.Ellen.

Penulis: Natalia Trijaji