Halodoc Punya Layanan Goes To Hospital; Lebih Praktis Menebus Obat

Halodoc Punya Layanan Goes To Hospital; Lebih Praktis Menebus Obat

Halodoc Punya Layanan Goes To Hospital; Lebih Praktis Menebus Obat

Targetkan kerja sama dengan 500 rumah sakit di Indonesia hingga akhir 2019

Surabaya, Kabarindo- Bermitra dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Halodoc, aplikasi kesehatan terpadu berbasis online, memperkenalkan layanan baru Halodoc Goes To Hospital untuk pengantaran obat pasien.

Ini merupakan solusi kesehatan inovatif yang memberikan kemudahan bagi pasien dalam menebus resep saat berobat ke rumah sakit, baik obat racikan maupun non-racikan.

Berobat ke rumah sakit menjadi tantangan tersendiri bagi pasien, karena mengharuskan mereka menjalankan sejumlah tahapan mulai dari pendaftaran, konsultasi dokter hingga pembayaran layanan dan pelayanan resep obat dengan proses kompleks.

Ada 7 alasan utama yang mendasari pasien enggan melakukan berobat jalan, yaitu waktu tunggu pelayanan yang lama, tidak memiliki biaya berobat, tidak ada biaya transport, tidak ada sarana transportasi, memilih mengobati diri sendiri, tidak ada yang mendampingi dan merasa tidak perlu obat.

Jonathan Sudharta, CEO Halodoc, mengatakan Halodoc Goes to Hospitals memudahkan pasien agar tidak perlu mengantre lama di rumah sakit. Ini merupakan bagian dari wujud komitmen pihaknya kepada masyarakat Indonesia dalam mempermudah akses kesehatan dengan cepat dan nyaman.

dr. Kuntjoro AF, M. Kes, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), mengapresiasi kehadiran Halodoc Goes to Hospital. Diharapkan, layanan ini dapat meningkatkan kepuasan pasien.

“Teknologi digital sangat cepat berkembang dan mulai masuk ke komunitas kesehatan, salah satunya rumah sakit. Hal ini akan membantu rumah sakit dalam menunjang pelayanan kepada pasien secara efisien dan efektif. Kami,” ujarnya.

Jonathan menjelaskan, Halodoc Goes to Hospital dapat diakses oleh pasien umum maupun BPJS, juga pasien baru maupun rawat jalan yang sudah rutin menebus obat di rumah sakit.

Setelah menjalani konsultasi dengan dokter, pasien akan mendapatkan resep obat. Kemudian pasien membayar layanan konsultasi yang diberikan oleh dokter berikut resep obat yang ingin ditebus. Pada saat proses pembayaran inilah, pihak rumah sakit akan menawarkan untuk pengantaran obat melalui layanan Halodoc Goes to Hospital.

Jika pasien setuju, maka dipersilakan mengisi data tambahan untuk pengiriman obat dan membayar obat sesuai dengan resep yang direkomendasikan oleh dokter. Pasien dapat langsung meninggalkan rumah sakit dan menunggu pihak Halodoc mengantarkan obat ke alamat yang dikehendaki dengan jarak maksimal 40 kilometer tanpa menunggu lama. Pasien dapat memantau proses penebusan resep obat melalui akun pribadi yang telah didaftarkan di aplikasi Halodoc serta bisa mengetahui tata cara konsumsi obat melalui aplikasi.

Prof. dr. R. Hariadi, SpOG (K) Plt. Direktur Rumah Sakit Husada Utama, mengatakan Halodoc Goes to Hospital turut mengoptimalkan layanan farmasi rumah sakit ini yang menangani lebih dari 200 resep obat rawat jalan setiap hari. Juga menjadi pilihan solusi bagi pasien dalam menebus obat dengan lebih praktis dan nyaman, tanpa perlu antre.

Rumah Sakit Mitra Keluarga juga memberikan respon positif. dr. Dian M.Tandela, Direktur Utama PT Alpen Agung Raya, pemilik Rumah Sakit Mitra Keluarga Darmo Satelit, Waru, dan Kenjeran, mengatakan kerja sama dengan Halodoc sangat membantu pihaknya dalam mengelola pelayanan farmasi di ketiga cabang rumah sakit, sehingga dapat mengurangi jumlah antrean pasien dalam pengambilan obat yang diresepkan oleh dokter.

Sebagai tahap awal, Halodoc menargetkan untuk menjalin kerja sama dengan 500 rumah sakit di Indonesia hingga akhir 2019. Hingga Oktober 2018, Halodoc telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 rumah sakit pemerintah maupun swasta di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Bandung, Semarang, Jember, Ponorogo, Gresik, Malang, Surabaya, Bali, Bandar Lampung, Palembang, Padang, Pekanbaru dan Medan.

Pasien di Surabaya dapat menggunakan layanan Halodoc Goes to Hospital di 16 rumah sakit yaitu RS Husada Utama, RS Mitra Keluarga Waru, RS Mitra Keluarga Kenjeran, RS Mitra Keluarga Darmo Satelit, RSIA Soerya, RS Premier Surabaya, RS Siti Khodijah, RS William Booth Surabaya, RS PHC Surabaya, RS Islam Jemur Sari Surabaya, RS Royal Surabaya, RS Bhayangkara Surabaya, RS Islam Surabaya Ahmad Yani, RS Al-lrsyad Surabaya, RS Wiyung Sejahtera dan RS AI-lslam HM Mawardi.

“Kami berharap, kehadiran Halodoc Goes to Hospital bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pasien maupun rumah-rumah sakit di Surabaya, agar bisa meningkatkan kepuasan pasien dalam memberikan layanan yang cepat dan bermutu,” ujar Jonathan.

Penulis: Natalia Trijaji