FJPI Jatim Hibur Para Oma di Panti Hargo Dedali; Peringati Hari Ibu

FJPI Jatim Hibur Para Oma di Panti Hargo Dedali; Peringati Hari Ibu

FJPI Jatim Hibur Para Oma di Panti Hargo Dedali; Peringati Hari Ibu

Ajak menyanyi dan berjoget serta berikan bingkisan

Surabaya, Kabarindo- Masih dalam rangka Hari Ibu, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jawa Timur berbagi kebahagiaan dengan para oma penghuni Panti Tresna Werdha Hargo Dedali di Surabaya pada Jumat (27/12/2019).

Ketua FPJI Jawa Timur, Tri Ambarwati, mengatakan kegiatan tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Ibu. Menurut ia, peran seorang ibu sangat besar seperti para oma tersebut yang dulu adalah para ibu yang telah melahirkan anak anak mereka.

“Kami senang bertemu dengan para oma ini. Mereka mengingatkan pada ibu kita yang telah melahirkan, mengasuh, membesarkan dan mendidik kita dengan penuh kasih sayang dan kita mungkin tak bisa membalas kasih sayang mereka,” tuturnya.

Para oma tersebut gembira menyambut kedatangan pengurus FJPI Jatim bersama anggota. Usia mereka rata-rata 75 tahun hingga 80 tahun lebih, namun kondisi fisik mereka relatif masih sehat. Beberapa dari mereka memakai kursi roda, namun semangat mereka tidak kalah dengan para oma yang bisa berdiri dan berjalan. Mereka didampingi pengurus panti dan sejumlah petugas.

Acara dipandu oleh Fitri, Ketua Panitia Kegiatan Amal FPJI Jatim. Ia bertanya kepada para oma apakah tahu tentang jurnalis. Mereka bersahutan menjawab.

“Jurnalis itu wartawan yang cari berita ya,” ujar Oma Itik (84 tahun), mantan guru SMP Dapena Surabaya.

Para oma kemudian diajak menyanyi dan berjoget dengan lagu-lagu yang disukai. Suasana menjadi ceria oleh gelak tawa semua yang ada di ruangan. Mereka tampak senang dan bersemangat, bahkan ada menyumbangkan suara, yaitu oma Lani dari Madiun yang tinggal di panti sejak 2014. Ia membawakan lagu berbahasa Mandarin “Wo Aini” tanpa iringan musik.

“Saya suka menyanyi,” tutunya.

Ada pula yang menyumbangkan puisi yaitu oma Itik berjudul “Ibuku”, yang ditulisnya dalam rangka Hari Ibu sekaligus mengenang almarhum ibunya.

“Saya tidak bisa membaca sendiri, karena terkena glukoma. Jadi mohon dibacakan saja,” ujar oma yang masih cekatan di usianya sekarang.

Penghuni lainnya yang ikut unjuk kebolehan adalah Oma Suwarni (84) yang dulu adalah dokter gigi. Ia membawakan lagu “Mother” dengan bersemangat.

“Dulu saya dokter gigi, tapi sekarang giginya tidak ada lagi alias ompong,” selorohnya. Oma Suwarni sempat terlelap saat acara tengah berlangsung.

Sekretaris I Yayasan Hargo Dedali yang juga Ketua Pengelola Panti, Endang Sinar Gijanti, mengatakan panti ini didirikan pada 30 Januari 1987 oleh para istri penjuang dan veteran.

“Kami sendiri adalah putra putri dari para pendiri panti,” ujarnya.

Hargo Dedali dihuni sekitar 45 oma dari Surabaya, luar Surabaya dan terjauh dari Papua. Sebagian mereka dititipkan oleh keluarga, karena sibuk dan khawatir jika ditinggal sendirian di rumah. Sekitar 40% dari jumlah tersebut sudah tidak punya keluarga, sehingga seluruh biaya ditanggung oleh yayasan. Sedangkan yang masih punya keluarga dikenakan biaya dan bergantung kondisi mereka.

“Kami juga menyantuni para lansia di rumah-rumah bekerja sama dengan pengurus kampung dengan memberikan sembako,” imbuh Endang.

Pada 2016, Hargo Dedali dinobatkan sebagai Juara I Panti Lansia se-Indonesia oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, yang kini menjadi Gubernur Jatim. Panti ini juga meraih akreditasi B.

“Kami masih terus mengejar untuk meraih akreditasi A,” ujar Endang.

Usai menyanyi dan berjoget, semua yang hadir makan siang bersama. Para oma kemudian mendapat bingkisan berupa handuk.

Penulis: Natalia Trijaji