Film PartikeliR; Tayang 5 April Mendatang

Film PartikeliR; Tayang 5 April Mendatang

xxi Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta, kabarindo- Indonesia bangga tentu saja, ada Buddy Cop pertama dibuat anak negeri.

Anda tentu masih ingat dengan Komika, Entertainer, Aktor serta Idola Generasi Millenial, Pandji Pragiwaksono, bukan?

Ia menjelaskan seperti dikutip dari rilis yang diakses redaksi pasca bersama dengan media nasional, kemarin sore (28/03). Tak hanya media karena malamnya juga hadir kolega seleb Pandji bersama dengan Gubernur DKI, Anies Baswedan.

"Buddy Cop adalah sub-genre tersendiri yang sangat lazim di luar negeri tapi menariknya belum pernah ada di Indonesia. Berkisah tentang 2 orang dengan beda karakter, terpaksa kerjasama untuk menyelesaikan sebuah kasus laiknya film Hollywood, Lethal Weapon, Bad Boys, Hot Fuzz, Rush Hour, Central Intelegence, The Nice Guyz, 21 & 22 Jump Street dan lainnya. Saya bersyukur didukung oleh tim yang mumpuni di bidangnya dan pemain yang
berdedikasi. Ini film pertama saya !," tukasnya semangat.

Ada yang menarik dari sosok inspiratif dan cerdas ini adalah ia menghadirkan ''Bioskop Berbisik'' bagi para penyandang tuna netra dengan relawan yang jadi ''pembisiknya'' adalah para pemainnya di film Partikelir yang tayang 5 April mendatang.

Sinopsis:
Adri (Pandji P) dan Jaka (Deva Mahenra) sahabat sejak SD sampai SMA, mereka terobsesi jadi detektif. Adri lebih berani dan berfikir cepat sementara Jaka strategis dan berfikir panjang.

Ketika SMA mereka dikenal sering mengurusi kasus-kasus di sekolah. Dari ''Misteri berkurangnya Bihun RisoL'' dan misteri lainnya.

Sebuah kasus berdampak kepada persahabatan mereka, lalu terpisah saat kuliah. Jaka sudah kerja sebagai pengacara di Law Firm Litigasi sementara Adri masih setia dan ngotot dengan cita-citanya jadi detektif Partikelir (Swasta).

Someday, Adri jumpai kasus dari perempuan cantik, Tiara (Aurelia Moeremans) yang ditengarai selingkuh dan tidak lagi ada perhatian dengan keluarga termasuk dirinya.

Apakah kasus tersebut terselesaikan dan bisakah mereka bekerjasama lagi ?

Redaksi fakta menarik dari bacaan Adri dari Hilman Hariwijaya Lupus berjudul Interview with Nyamuk, "Saya terinspirasi dari buku tersebut dan menjadi Partikelir. Demi keadilan negara harus berhenti menjadikan pengguna sebagai penjahat, karena penjahatnya adalah  penjual, bandarnya!" ucapnya.


Apakah karya Pandji kali ini mampu menjemput penonton ?