Film GUNDALA Tayang Siang Ini; Patriotisme Si Anak YATIM

Film GUNDALA Tayang Siang Ini; Patriotisme Si Anak YATIM

XXI Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta, Kabarindo- Jagoan Indonesia yang jadi patriot pertama di Jagat Sinema Bumilangit siap menghibur masyarakat Indonesia 

Gundala melalui proses pembuatan dua tahun, akhirnya hari ini siap tayang di bioskop seluruh Indonesia. Antusiasme tinggi masyarakat mengawal kehadiran sang Patriot Pertama dari Jagat Sinema Bumilangit di layar lebar yang memang sudah dari pekan lalu memulai presale dan beberapa loket sudah sold out.

Film yang disutradarai dan ditulis skenarionya oleh Joko Anwar ini menjanjikan aksi yang seru dengan hati yang besar. 

Fakta menarik Gundala, bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Ia adalah Anak Yatim yang menginspirasi anak Indonesia.

Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka (diperankan Abimana dan Muzakki) bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri. 

Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas. 

Sebagai film yang dimaksudkan untuk membuka Jagat Sinema Bumilangit, film ini diisi oleh talenta terbaik Indonesia juga Malaysia. 

Mulai dan" belakang layar sampai depan layar. Aktor-aktor yang tampil di fllm ‘Gundala’ adalah Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Tara Basro, Ario Bayu, Rio Dewanto, Marissa Anita, Muzakki Ramdhan, Cecep Arif Rahman, Lukman Sardi, Faris Fadjar, Hannah Al Rashid, Kelly Tandiono, Andrew Sulaiman, Asmara Abigail, Zidni Hakim, Putri Ayudya, Dimas Danang, Ari Tulang, Rendra Bagus Pamungkas, Dea Panendra, Della Dartyan, Amink, Kiki Narendra, Aqi Singgih, Arswendy, Indra Brasco, Cornelio Sunny, Daniel Adnan, dan masih banyak lagi. 

Cecep Arif Rahman dan Andrew Sulaiman juga mengeijakan koreografi untuk film. 

Untuk departemen kamera, film ini ditata kameranya oleh Ical Tanjung kolaborator setia Joko Anwar yang pernah memenangkan Piala Citra, lalu penata suara adalah almarhum Khikmawan Santosa yang dikenal sebagai salah seorang penata suara terbaik yang dimiliki perfilman Indonesia, untuk tata musik dikerjakan oleh Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Merle yang sudah sering menghadirkan musik-musik keren di film-film Joko Anwar.

Masih banyak lagi nama-nama besar di bidangnya yang turut membantu terciptanya film ini. 

Joko Anwar menyampaikan bahwa sekumpulan talenta terbaik indonesia ini dikumpulkan untuk menghasilkan, “Sebuah pengalaman sinematis di bioskop yang mengasyikkan yang bila dibawa pulang unruk dikenang." Film ini wajib ditonton karena juga merupakan sebuah terobosan dalam film Indonesia yang dapat membanggakan penontonnya. “Film 'Gundala' punya hati yang besar dengan dukungan masyarakat yang besar, kami berjanji tidak akan mengecewakan penonton.” 

Tak hanya orang-orangnya, teknologi yang dipakai untuk film 'Gundaia' juga cukup canggih.

 ‘Gundala’ dipastikan menjadi film Indonesia pertama dengan penataan suara Dolby Atmos, suara yang dikeluarkan akan berbeda dengan Dolby biasa hanya dipecah menjadi lima atau tujuh bagian suara. Sementara dalam Dolby Atmos, suara akan dipecah menjadi 128 bagian suara dengan speaker yang berbeda. Apabila Dolby biasa hanya memasang 12 speaker dalam satu studio, untuk Dolby Atmos menampung hingga 64 Speaker. Dengan teknologi ini, penonton akan bisa mendengarkan suara film dengan lebih nyata dan lebih detail. Pengalaman sinematik dimaksimalkan melalui pengenalan audio di film 'Gundala' dengan Dolby Atmos.

Perpaduan talenta dan teknologi ini membuat 'Gundala' menjadi film paling ditunggu di tahun 2019. 

Maka tak heran kalau film “Gundala” dapat berlaga di Toronto International Film Festival, bahkan sebelum jadwal filmnya tayang di Indonesia. 

"Apabila Kak Seto mau nonton kita atur waktu sekalian sambangi BumiLangit Studios melihat Masa Depan Local Hero agar bisa memotivasi untuk road show dari sekolah ke sekolah bersama BRI. Tapi usahakan sebelum 8 September karena kami akan ke TIFF, doakan menang," papar mas Koko sapaan humble bagi CEO BumiLangit.

Salah satu festival film bergengsi tersebut melirik karya anak bangsa ini dan menunjukkan antusiasme tinggi di deskripsi yang tertulis di situsnya. 

Gundala menjadi patriot pertama dalam Jagat Sinema Bumilangit tentang Jagoan dan Pendekar dari cergam Indonesia legendaris sebagai momentum kembalinya karakter ciptaan Hasmi.